Dokter Tan Latih 400 Kader Posyandu di Banyuwangi, Gencarkan Cegah Stunting

Kamis, 20 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kader Posyandu Banyuwangi mengikuti pembekalan pencegahan stunting bersama dokter Tan Shot Yen di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kader Posyandu Banyuwangi mengikuti pembekalan pencegahan stunting bersama dokter Tan Shot Yen di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat layanan kesehatan dasar melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu yang selama ini menjadi garda terdepan pemantauan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa. Komitmen ini ditegaskan dalam kegiatan talkshow Gerakan Posyandu Aktif di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Rabu (19/11/2025), yang menghadirkan dokter sekaligus ahli gizi nasional, Dr. dr. Tan Shot Yen. Ratusan kader hadir untuk mendapatkan pembekalan langsung.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas gizi balita dan kesehatan anak merupakan prioritas Bupati Ipuk Fiestiandani. Karena itu, kehadiran pemateri berskala nasional dianggap penting untuk memperkaya pemahaman kader yang sehari-hari berhadapan langsung dengan persoalan stunting di lapangan.

“Pembangunan manusia melalui pemenuhan gizi dan kesehatan anak telah menjadi prioritas pembangunan Bupati Ipuk. Maka, kami pun menghadirkan secara istimewa dokter Tan,” kata Mujiono.

Ia menambahkan bahwa ilmu yang dibagikan dalam kelas tersebut dapat diteruskan para kader kepada para ibu di lingkungannya. “Ibu-ibu kader beruntung bisa mengikuti kelas dokter Tan. Ilmunya bisa diterapkan nanti saat pulang ke rumah dan ditularkan ke ibu-ibu yang lain,” imbuhnya.

Sebanyak 400 kader Posyandu, kepala puskesmas, pembina Posyandu hingga anggota PKK mengikuti materi intensif mengenai pencegahan stunting, perbaikan gizi balita, dan penguatan komunikasi kesehatan kepada masyarakat. Dokter Tan menekankan bahwa kader memegang peran strategis sebagai jembatan informasi kesehatan di tingkat keluarga.

Ia menjelaskan bahwa ada 25 kompetensi yang harus dikuasai kader Posyandu, termasuk kemampuan membaca kurva pertumbuhan, mengidentifikasi risiko stunting, dan memberikan pendampingan laktasi kepada ibu. Menurutnya, pencegahan tidak akan efektif jika kader tidak memahami konsep stunting secara benar.

“Percuma kita mencegah kalau kita enggak ngerti stunting itu apa, karena mencegahnya nanti serampangan,” ujarnya.

Dokter Tan menjelaskan bahwa indikator utama stunting adalah tinggi badan menurut umur, bukan sekadar berat badan. Pemahaman ini perlu dikuasai agar deteksi dini berjalan akurat. Dalam penjelasannya, ia memaparkan lima pintu masuk stunting mulai dari anemia ibu hamil, kekurangan energi kronik, lingkar lengan kecil, risiko berat badan lahir rendah, hingga anemia pada anak.

Ia menegaskan bahwa risiko tersebut dapat meningkat jika bayi tidak mendapatkan inisiasi menyusu dini, tidak memperoleh ASI eksklusif, menerima MPASI yang tidak tepat, serta kerap mengalami infeksi.

Selain itu, ia menyampaikan lima pintu keluar stunting berupa literasi, edukasi, sanitasi, imunisasi, dan perencanaan keluarga. Lima faktor ini harus dipahami kader agar mampu mengurangi risiko stunting secara menyeluruh.

“Maka di sinilah perlunya peran kader yang memiliki kapasitas baik. Kader harus bisa jadi motivator laktasi, mengedukasi masyarakat agar tidak mengalami malnutrisi, bahkan saat ada yang anti vaksin, kader juga harus bisa menangani,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat fungsi Posyandu sebagai pusat edukasi dan layanan kesehatan keluarga di seluruh wilayah Banyuwangi.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru