SIDOARJO, RadarBangsa.co.id — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menghadiri Grand Final Pemilihan Putra Putri Sidoarjo 2026 yang digelar di Kabupaten Sidoarjo, Minggu (25/1/2026). Dalam ajang tersebut, Lia menekankan pentingnya keberanian berproses, mengangkat kearifan lokal, serta tidak takut gagal sebagai bekal generasi muda menjadi duta daerah.
Grand Final Pemilihan Putra Putri Sidoarjo 2026 berlangsung meriah dengan dihadiri sekitar 500 finalis beserta orang tua. Kehadiran keluarga peserta menambah semangat dan atmosfer kompetisi yang tidak hanya berorientasi pada gelar juara, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda.
Sejumlah tokoh dan perwakilan lembaga turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Jeffriyanto selaku Manager Marketing PT Bernofarm, Suliati Direktur Manager Jatim, perwakilan Asosiasi Pengusaha Lokal Indonesia (APLI), Endang Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sidoarjo, serta tamu undangan lainnya dari berbagai latar belakang.
Dalam sambutannya, Lia Istifhama yang akrab disapa Ning Lia—berbagi pengalaman pribadinya saat mengikuti ajang serupa pada 2005. Saat itu, ia menjadi perwakilan Surabaya dalam kontestasi Putri NU dan Cak Ning Surabaya, namun tidak berhasil meraih gelar juara.
“Saya dulu tidak juara, hanya sampai semifinal. Tetapi dari situ saya belajar banyak hal, terutama pentingnya memahami aturan dan prosedur lomba. Jangan sampai gagal karena hal-hal teknis yang sebenarnya bisa dihindari,” ujar Ning Lia di hadapan para finalis.
Ning Lia menegaskan bahwa ajang pemilihan duta daerah memiliki tanggung jawab strategis untuk mempromosikan identitas dan potensi lokal. Menurutnya, kesalahan terbesar yang pernah ia alami adalah tidak menonjolkan keunggulan daerah yang diwakilinya.
“Sebagai putra-putri daerah, tugas utama kalian adalah mengangkat potensi wilayah sendiri. Jika mewakili Sidoarjo, maka harus memahami bagaimana Sidoarjo tumbuh, apa kekuatannya, dan apa kearifan lokal yang bisa dibanggakan,” tegas alumni Program Doktor UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.
Lebih lanjut, keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ini mengingatkan bahwa kemenangan bukan satu-satunya indikator keberhasilan. Ia menyebut setiap peserta sedang menapaki proses panjang menuju pencapaian yang lebih besar.
“Apa yang kalian jalani hari ini hanyalah satu anak tangga. Kalau belum juara sekarang, jangan berkecil hati. Bisa jadi di masa depan kalian justru berhasil di panggung yang lebih besar,” kata putri KH Maskur Hasyim itu.
Ning Lia juga menekankan peran doa dan restu orang tua dalam perjalanan hidup generasi muda. “Doa orang tua adalah kekuatan utama. Bahagiakan mereka, karena kebahagiaan itu akan kembali kepada kalian,” pesannya.
Menutup sambutan, Lia memberikan motivasi agar para finalis tetap percaya pada proses. “Saya pernah gagal, tapi Allah memberi jalan lain hingga hari ini bisa mengabdi sebagai anggota DPD RI,” pungkasnya.
Usai acara, Lia Istifhama menyapa para finalis dan memborong produk UMKM lokal yang turut meramaikan Grand Final Putra Putri Sidoarjo 2026 sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ekonomi masyarakat.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar