DPD RI Lia Istifhama Jembatani Akses Pembiayaan UMKM Jawa Timur

- Redaksi

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senator Lia Istifhama berdialog dengan pelaku UMKM Markas UKM Jawa Timur di Kantor DPD RI Surabaya, Kamis (22/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Senator Lia Istifhama berdialog dengan pelaku UMKM Markas UKM Jawa Timur di Kantor DPD RI Surabaya, Kamis (22/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Persoalan akses pembiayaan kembali menjadi isu krusial bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Timur. Keluhan tersebut mengemuka dalam audiensi komunitas Markas UKM Jawa Timur bersama Anggota DPD/MPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur, Lia Istifhama, di Kantor DPD RI Jawa Timur, Surabaya, Kamis (22/1/2026).

Dalam forum dialog terbuka itu, para pelaku UMKM menyampaikan berbagai hambatan struktural yang kerap menghambat pengembangan usaha. Sejumlah anggota mengaku kesulitan mengakses pembiayaan perbankan maupun program kredit pemerintah akibat catatan pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), keterbatasan agunan, hingga belum terintegrasinya data usaha dengan skema pendanaan resmi.

Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada keberlanjutan usaha, terutama bagi UMKM yang sebenarnya telah memiliki pasar dan produksi yang berjalan stabil. Ketidakmampuan memperoleh tambahan modal membuat sebagian pelaku usaha terpaksa menahan ekspansi, bahkan menunda perekrutan tenaga kerja.

Menanggapi aspirasi itu, Lia Istifhama menyatakan kesiapannya mengambil peran sebagai penghubung antara pelaku UMKM dengan instansi terkait. Menurutnya, persoalan pembiayaan tidak bisa dibiarkan berlarut karena UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah dan nasional.

“UMKM harus mendapatkan kemudahan akses permodalan. Negara perlu hadir dengan kebijakan yang lebih berpihak agar pelaku usaha produktif tidak terhenti hanya karena persoalan administratif,” kata Lia.

Ia menegaskan akan mendorong komunikasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur, lembaga keuangan, serta kementerian terkait. Upaya tersebut diharapkan dapat melahirkan solusi yang lebih inklusif, mulai dari pendampingan perbaikan data usaha, literasi keuangan, hingga skema pembiayaan alternatif yang sesuai dengan karakter UMKM.

Dalam kesempatan yang sama, Lia juga meninjau langsung berbagai produk unggulan anggota Markas UKM, mulai dari olahan pangan, produk fesyen, hingga kerajinan kreatif. Bentuk dukungan diberikan secara konkret dengan memberikan ulasan positif melalui Google Review sebagai upaya membantu promosi digital dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.

Langkah sederhana namun nyata itu mendapat respons positif dari para pelaku UMKM yang hadir. Mereka menilai dukungan promosi digital sangat relevan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat dan berbasis daring.

Audiensi tersebut ditutup dengan kesepakatan strategis, yakni bergabungnya Lia Istifhama sebagai Dewan Penasehat Markas UKM Jawa Timur. Keputusan ini disambut optimistis oleh jajaran pengurus komunitas karena dinilai dapat memperkuat posisi tawar UMKM dalam memperjuangkan kebijakan dan akses pembiayaan.

Ketua Markas UKM Jawa Timur, Koko Mahargyo, mengatakan banyak anggotanya memiliki usaha yang berjalan baik, namun sering menemui jalan buntu saat mengajukan pembiayaan formal. Ia menilai kehadiran figur yang memiliki akses dan kapasitas komunikasi di tingkat nasional menjadi harapan baru bagi UMKM Jawa Timur untuk naik kelas.

“Kami yakin, dengan pendampingan dan dukungan kebijakan yang tepat, UMKM Jawa Timur tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh dan berdaya saing,” ujarnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah
Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M
Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober
Jalan Rusak Kencong Disorot, Bupati Jember Turun Tangan Kejar Perbaikan
2.956 Jamaah Haji Dilepas, Bupati Jember Ingatkan Ancaman Fisik di Tanah Suci
Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:32 WIB

DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:06 WIB

Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:52 WIB

Jalan Rusak Kencong Disorot, Bupati Jember Turun Tangan Kejar Perbaikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:45 WIB

2.956 Jamaah Haji Dilepas, Bupati Jember Ingatkan Ancaman Fisik di Tanah Suci

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Berita Terbaru