SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Lia Istifhama, melakukan kunjungan kerja dan audiensi dengan pihak Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur dalam rangka membahas persiapan pemberangkatan haji tahun 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan berbagai aspek yang berkaitan dengan pemberangkatan jamaah haji serta mengidentifikasi isu-isu yang perlu segera diselesaikan menjelang keberangkatan.
Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia, menekankan pentingnya koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Agama dalam mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk keberangkatan haji. “Kami di Senayan akan terus bekerja agar apapun hasilnya, kami dapat memastikan pelayanan haji yang optimal bagi warga Jawa Timur,” tegas Ning Lia.
Dalam pertemuan tersebut, Ning Lia mengapresiasi kolaborasi antara Kemenag, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kota Surabaya dalam meningkatkan pengelolaan Asrama Haji di Jawa Timur. Salah satu langkah yang akan diambil adalah penambahan fasilitas, termasuk pelebaran jalan menuju asrama haji agar akses lebih lancar dan mempercepat proses pemberangkatan jamaah.
Setiap musim haji, sekitar 1.490 bus melewati jalan di area Asrama Haji dan Rumah Sakit Haji. Oleh karena itu, pelebaran jalan ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran transportasi jamaah. “Peningkatan infrastruktur menjadi bagian penting dalam persiapan keberangkatan haji, mengingat jumlah jamaah yang besar setiap tahunnya,” ujar Ning Lia.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruhi Bahtiar, menyampaikan bahwa persiapan pelaksanaan haji 2025 terus berjalan dengan berbagai agenda yang harus diselesaikan. Menurutnya, sebanyak 35.152 jamaah haji asal Jawa Timur telah terdaftar, dengan kuota yang terbatas. “Tahun 2024, masih ada enam kursi kosong. Kami berharap tahun ini tidak ada kursi kosong,” ujarnya.
Terkait pelunasan biaya haji, Sruhi menjelaskan bahwa tahap kedua pelunasan akan dimulai pada 24 Maret hingga 17 April 2025. Sejauh ini, 30 persen jamaah telah siap melunasi biaya mereka. Ia juga menyebutkan bahwa terdapat kuota cadangan sebanyak 4.400 jamaah yang gagal atau tidak memenuhi syarat, yang akan diberikan kesempatan pada tahap kedua ini.
Kemenag juga berharap ada penyediaan air minum yang cukup bagi jamaah selama masa tunggu. Sebelumnya, jamaah hanya diberikan satu botol air dan snack, yang menyebabkan beberapa jamaah mengalami dehidrasi. “Kami berharap Pemprov Jawa Timur dan Ibu Gubernur memberikan dukungan untuk kebutuhan logistik ini agar dapat terpenuhi dengan baik,” tambah Sruhi.
Selain itu, kebutuhan pampers dan perlengkapan pribadi lainnya bagi jamaah lansia juga menjadi perhatian khusus. “Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Khofifah yang tahun lalu dengan uang pribadinya membelikan pampers karena mayoritas usia jemaah haji lansia. Ini bentuk perhatian luar biasa dari Gubernur Jatim,” jelasnya.
Dengan mempertimbangkan usia jamaah yang beragam, Kemenag memastikan bahwa semua kebutuhan khusus para lansia dapat terpenuhi dengan baik, termasuk dalam hal fasilitas kesehatan dan kenyamanan selama ibadah haji.
Selain masalah logistik, administrasi dan pelunasan biaya haji juga menjadi fokus dalam pertemuan ini. Terkait pengurusan paspor dan visa, Kemenag memastikan bahwa semua persyaratan akan diproses dengan lancar meskipun masih ada beberapa kendala teknis yang perlu diselesaikan.
Dalam audiensi tersebut, Ning Lia dan Kemenag sepakat mengenai pentingnya pemerataan dalam pemberian kuota haji, terutama untuk jamaah lansia. “Kami ingin memastikan bahwa pemberangkatan haji ini adil, dengan memperhatikan faktor usia dan masa tunggu,” ujar Ning Lia. Untuk mempercepat proses verifikasi, Kemenag menerapkan sistem klasterisasi yang diharapkan dapat menghindari penundaan dan memastikan tidak ada jamaah yang tertinggal.
Dengan berbagai upaya yang tengah dilakukan, baik dari sisi fasilitas, transportasi, maupun administrasi, diharapkan pelaksanaan haji 2025 dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi seluruh jamaah. “Dengan perbaikan infrastruktur dan penyediaan fasilitas yang memadai, jamaah haji dapat menjalankan ibadah dengan lancar, nyaman, dan aman,” pungkasnya.
Lainnya:
- Duka di Sidoarjo Berbuah Perhatian Negara, Santunan Besar Diserahkan Subandi
- Saat Daerah Lain Krisis Pangan, Khofifah Justru Siapkan Ekspor Beras dari Jatim
- Jatim Targetkan Produksi Padi Naik 5 Persen, Khofifah Fokus Cegah Gagal Panen
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








