Drainase Arosbaya Dikebut, Bupati Bangkalan Bidik Atasi Genangan

Sabtu, 25 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bangkalan meninjau drainase dan saung mangrove di Arosbaya, Jumat (24/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Bangkalan meninjau drainase dan saung mangrove di Arosbaya, Jumat (24/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Bupati Lukman Hakim turun langsung meninjau pembangunan drainase di Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, Jumat (24/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan proyek berjalan tepat sasaran dan mampu menjawab persoalan genangan yang selama ini dikeluhkan warga.

Peninjauan ini bukan sekadar rutinitas. Pemerintah daerah menilai persoalan drainase menjadi isu mendesak karena berdampak langsung pada kesehatan lingkungan, aktivitas ekonomi, hingga kenyamanan permukiman.

Genangan air yang kerap terjadi saat hujan dinilai berpotensi memicu penyakit dan merusak infrastruktur. Karena itu, pembangunan drainase diposisikan sebagai layanan dasar yang harus dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat.

“Pembangunan ini harus berdampak langsung. Tidak hanya mengurangi genangan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan layak huni,” ujar Lukman.

Selain infrastruktur, Bupati juga meninjau kawasan saung mangrove di pesisir Arosbaya. Kawasan ini dinilai strategis karena menggabungkan fungsi perlindungan lingkungan dengan potensi ekonomi berbasis wisata alam.

Pengembangan mangrove dianggap penting untuk mencegah abrasi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga, mulai dari sektor wisata hingga ekonomi kreatif berbasis lingkungan.

Dari sisi kebijakan, langkah ini menunjukkan arah pembangunan yang tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga keberlanjutan. Pemerintah mencoba menyeimbangkan kebutuhan infrastruktur dasar dengan pelestarian lingkungan.

Jika berjalan optimal, proyek drainase dan pengembangan kawasan mangrove ini berpotensi meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat ketahanan lingkungan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Ini bagian dari upaya kami memastikan pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat, sekaligus membuka potensi ekonomi baru,” tambahnya.

Pemkab Bangkalan menegaskan akan terus melakukan pengawasan langsung di lapangan agar setiap program berjalan efektif dan tepat guna.

“Yang terpenting, hasilnya bisa dirasakan masyarakat secara nyata,” pungkas Lukman

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru