Dua Anak Sampang Terbakar Main Meriam Spirtus Jelang Puasa, Polisi Ingatkan Bahaya Permainan Tradisional

Selasa, 17 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dua anak di Sampang dirawat akibat luka bakar setelah bermain meriam spirtus, Senin (16/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Dua anak di Sampang dirawat akibat luka bakar setelah bermain meriam spirtus, Senin (16/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SAMPANG, RadarBangsa.co.id – Dua anak di Jalan Rajawali, Kelurahan Karang Dalem, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, mengalami luka bakar saat bermain meriam spirtus menjelang bulan Ramadan, Senin (16/2/2026). Insiden ini menambah daftar kasus kecelakaan akibat permainan berbahan bakar yang kerap muncul saat tradisi ngabuburit.

 

Korban berinisial A.A. dan sepupunya R.R. mengalami luka bakar pada bagian kaki hingga bawah perut. Keduanya sempat dilarikan ke RSUD dr Moh Zein untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

 

Ayah salah satu korban menjelaskan, peristiwa terjadi saat keduanya merakit meriam spirtus di halaman rumah. A.A. memegang botol spirtus, sementara R.R. menyalakan korek api.

 

“Begitu tutup spirtus dibuka, cairannya langsung menyembur bersamaan dengan korek yang dipetik. Api langsung menyambar mereka berdua,” ujarnya.

 

Api dengan cepat membakar pakaian korban. Dalam kondisi panik, A.A. menggendong R.R. ke kamar mandi dan menceburkannya ke bak air untuk memadamkan api. Setelah itu, ia turut masuk ke dalam air sebelum keduanya dibawa ke rumah sakit.

 

Setelah menjalani perawatan beberapa jam, kondisi keduanya dilaporkan membaik dan direkomendasikan rawat jalan. Meski demikian, peristiwa ini menjadi peringatan serius terkait risiko permainan menggunakan bahan mudah terbakar.

 

Meriam spirtus kerap dimainkan anak-anak menjelang berbuka puasa. Namun penggunaan cairan mudah terbakar meningkatkan potensi ledakan dan kebakaran, terutama tanpa pengawasan orang dewasa.

 

Aparat kepolisian setempat mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, khususnya menjelang Ramadhan. Edukasi mengenai bahaya api dan bahan bakar juga dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.

 

“Alhamdulillah kondisinya sudah membaik. Semoga ini jadi pelajaran agar anak-anak tidak lagi bermain dengan api,” pungkas orang tua korban.

Penulis : Yak

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru