BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Dua inovasi unggulan Pemerintah Kabupaten Bangkalan berhasil menembus Top 6 Jatim Jagad Inovasi Award (JAWARA) 2026. Keduanya kini memasuki tahapan verifikasi lapangan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur untuk melihat langsung penerapan, manfaat, dan dampaknya.
Verifikasi lapangan berlangsung di Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bangkalan, Selasa (6/10/2026). Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses penilaian terhadap inovasi yang dikembangkan Pemkab Bangkalan.
Dua inovasi yang masuk Top 6 adalah SI BANG MANJA (Sistem Informasi Bangkalan Mantap Jalannya) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bangkalan untuk Kategori II Inovasi Berbasis Web/Aplikasi, serta KARNA PITALOKA dari Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan untuk Kategori III Inovasi Agribisnis dan Energi Terbarukan.
Kepala Bapperida Kabupaten Bangkalan, Wibagio Suharta, S.Sos., M.M., mengapresiasi kedatangan tim verifikasi BRIDA Jawa Timur. Menurutnya, proses tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada konsep, tetapi telah diterapkan dan memberikan manfaat.
“Kedua inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk terus mendorong lahirnya gagasan dan terobosan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat serta menjawab kebutuhan di daerah,” ujar Wibagio.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah SI BANG MANJA. Sistem ini dikembangkan sebagai pengawasan jalan digital dengan konsep “Satu Data, Satu Analisis, Satu Keputusan, Berdampak Nyata.” Teknologi AI Hole Detection digunakan untuk memindai dan memetakan titik kerusakan jalan secara otomatis. Hasilnya kemudian divisualisasikan melalui peta berbasis Geographic Information System (GIS).
Data hasil pemindaian juga dibandingkan dengan data tahun sebelumnya dan diperbarui secara berkala sebagai salah satu dasar penentuan kebutuhan penanganan serta pengajuan anggaran. Sistem tersebut turut menampung aspirasi masyarakat melalui SP4N-LAPOR!, sehingga laporan warga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan tingkat urgensi penanganan jalan.
Dari pemanfaatan tersebut, SI BANG MANJA tercatat menghasilkan nilai manfaat ekonomi terkuantifikasi mencapai Rp9,08 miliar per tahun. Dalam verifikasi, tim pendamping dewan juri juga memberikan masukan untuk memperkuat pemanfaatan AI dalam analisis dan pengolahan data.
Sementara itu, KARNA PITALOKA mendorong digitalisasi tata kelola sektor pertanian melalui aplikasi LahanTani. Aplikasi tersebut digunakan untuk mendata petani sekaligus memetakan petak sawah secara lebih presisi dan terintegrasi dengan data Simluhtan serta Pupuk Indonesia Holding Company.
Integrasi tersebut mendukung penyaluran pupuk bersubsidi berdasarkan prinsip by name, by address, and by location. Pemutakhiran data juga menunjukkan adanya perbedaan jumlah petani dibandingkan data sebelumnya. Pada 2024 dan 2025 tercatat lebih dari 100 ribu petani, sedangkan setelah pemetaan lahan semakin lengkap dan tervalidasi, jumlah petani yang teridentifikasi berada di kisaran 85 ribu orang.
Wibagio menilai keikutsertaan dalam JAWARA sekaligus menjadi momentum evaluasi bagi Pemkab Bangkalan. Masukan dari tim pendamping dewan juri diharapkan dapat memperkuat pengembangan inovasi agar semakin efektif, adaptif, dan berkelanjutan.
Kedua inovasi tersebut telah terintegrasi dalam Bangga Command Center. Integrasi ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Bangkalan menyatukan berbagai aplikasi dan sumber data pemerintahan untuk memperkuat pengambilan keputusan serta pelayanan publik berbasis data.
Penguatan ekosistem inovasi tersebut melanjutkan capaian Bangkalan yang sebelumnya meraih predikat Kabupaten Terinovatif pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2025
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar