LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Lamongan memusatkan program unggulan Edufarm di UPT Pembibitan dan Pengolahan Pakan Ternak Mantup sebagai pusat pembelajaran peternakan terpadu. Program ini kembali diperkenalkan melalui kunjungan 24 siswa TK Aisyiyah Kelas A, Rabu (11/2).
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan, edufarm dirancang sebagai ruang belajar terbuka berbasis praktik yang mengintegrasikan edukasi peternakan, kesehatan hewan, pengolahan pakan, hingga pengelolaan pupuk organik.
“Anak-anak tidak hanya menerima teori di kelas, tetapi melihat langsung hewan ternak, praktik memberi pakan, hingga mengenal proses pembuatan pakan dan pupuk organik,” ujar Yuhronur yang akrab disapa Pak Yes.
Secara kronologis, para siswa diajak mengenal berbagai jenis ternak seperti sapi, kambing, ayam, bebek, dan kelinci. Mereka juga mengunjungi gudang pakan untuk melihat proses pengolahan hijauan menjadi silase serta praktik mencacah rumput sebagai bahan pakan.
Kegiatan berlanjut ke unit pengolahan pupuk organik berbahan dasar kotoran ternak. Siswa diperlihatkan tahapan pengayakan hingga pengemasan pupuk. Di akhir kunjungan, peserta menanam bibit cabai, tomat, dan terong di polibag untuk dibawa pulang dan dirawat di rumah.
Menurut Pak Yes, Lamongan memiliki potensi besar di sektor peternakan yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan. Edukasi sejak dini dinilai penting untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor peternakan sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah.
Kepala DPKH Lamongan, Shofiah Nurhayati, menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menyosialisasikan edufarm sebagai sarana edukasi bagi satuan pendidikan. “Kami membuka ruang kolaborasi agar edufarm ini benar-benar dimanfaatkan sekolah sebagai media pembelajaran kontekstual,” ujarnya.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi wahana rekreasi edukatif, tetapi juga investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia yang memahami peternakan modern dan berdaya saing.
“Edukasi adalah fondasi. Jika sejak dini anak-anak mencintai sektor peternakan, maka keberlanjutan ekonomi daerah akan lebih terjamin,” pungkas Pak Yes.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar