LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lamongan pada Triwulan II 2026 mencapai 6,26 persen secara year on year (y-on-y), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,58 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu pijakan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi untuk mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Yuhronur atau yang akrab disapa Pak Yes saat menghadiri Leadership Insight Forum Pemkab Lamongan with Bank Jatim Cabang Lamongan bertajuk “Creating Value Through Collaboration” di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (25/9/2026).
Menurut Pak Yes, pembangunan daerah tidak dapat dijalankan pemerintah secara sendiri. Pemerintah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur melalui pendekatan pentahelix yang mencakup pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media.
“Pembangunan di Kabupaten Lamongan tidak bisa sendiri. Kolaborasi, pentahelix harus kita terapkan. Semua pihak harus mengambil peran sesuai kapasitasnya untuk bersama-sama membangun Lamongan,” tutur Pak Yes.
Ia menyebut capaian pembangunan Lamongan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pentingnya sinergi berbagai pihak. Pada 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lamongan tercatat 76,81. Sementara pertumbuhan ekonomi mencapai 5,40 persen dan angka kemiskinan turun menjadi 12,03 persen.
Tren pertumbuhan ekonomi tersebut berlanjut pada 2026. Berdasarkan data Bapperida Kabupaten Lamongan, ekonomi Lamongan pada Triwulan II 2026 tumbuh 6,26 persen secara y-on-y. Pertumbuhan itu lebih tinggi dibandingkan Triwulan II 2025 yang berada di angka 4,58 persen.
Secara quarter to quarter (q-to-q), ekonomi Lamongan tumbuh 6,64 persen. Sedangkan secara cumulative to cumulative (c-to-c), pertumbuhan mencapai 6,09 persen.
“Triwulan II tahun 2026, pertumbuhan kita mencapai 6,26 persen. Ini menjadi bagian dari capaian yang harus terus kita jaga dan tingkatkan bersama,” kata Pak Yes.
Dalam upaya menjaga pertumbuhan tersebut, Pak Yes menyebut Bank Jatim sebagai salah satu mitra penting Pemerintah Kabupaten Lamongan. Kolaborasi dengan sektor perbankan, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan, tetapi juga dapat diperluas untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan mendukung program pembangunan yang memberikan nilai tambah.
Selain kolaborasi lintas sektor, Pak Yes menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik sebagai modal dalam menjalankan pembangunan. Kepercayaan masyarakat dinilai dapat membuka ruang kerja sama yang lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam forum tersebut, Pak Yes juga menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak cukup hanya dilihat dari angka pertumbuhan ekonomi. Pembangunan harus mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan ekonomi, serta menghadirkan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar