Festival Layang-Layang Internasional di Bantul Gaungkan Diplomasi Budaya dan Kearifan Lokal

Sabtu, 26 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih menerbangkan layang-layang secara simbolis di pembukaan Jogja International Kite Festival (JIKF) 2025 di Pantai Parangkusumo, Sabtu (26/7). (Foto Dok Ho/RadarBangsa)

Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih menerbangkan layang-layang secara simbolis di pembukaan Jogja International Kite Festival (JIKF) 2025 di Pantai Parangkusumo, Sabtu (26/7). (Foto Dok Ho/RadarBangsa)

BANTUL, RadarBangsa.co.id – Puluhan pelayang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara berkumpul di Pantai Parangkusumo, Kretek, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (26/7/2025), dalam gelaran Jogja International Kite Festival (JIKF) 2025. Acara ini tak sekadar ajang unjuk kreativitas, melainkan juga bentuk nyata pelestarian budaya dan sarana diplomasi budaya lewat layang-layang.

Festival ini menampilkan beragam kategori perlombaan, mulai dari layang-layang tradisional, dua dimensi, tiga dimensi, hingga train naga—kategori unggulan yang kerap menjadi magnet utama dalam event semacam ini.

“Train naga memang jadi favorit, karena nilai artistiknya tinggi dan menjadi tantangan tersendiri bagi para pelayang,” ujar Anang Sarianto selaku Ketua Panitia. Ia berharap ke depan kegiatan ini bisa mendapat dukungan lebih dari pemerintah agar dapat naik kelas menjadi agenda internasional yang lebih luas.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih yang hadir dan membuka acara secara simbolis dengan menerbangkan layang-layang, menyampaikan apresiasinya kepada panitia dan Pemda DIY atas keberlanjutan dukungan terhadap event budaya di kawasan Parangkusumo.

“Melalui festival ini, kunjungan wisata di Bantul meningkat, dan ini berdampak positif bagi kesejahteraan warga,” kata Halim. Ia juga menekankan pentingnya dana keistimewaan DIY dalam mendukung sektor pariwisata dan budaya, termasuk kegiatan seperti JIKF.

Menurut Halim, Pantai Parangkusumo sebagai lokasi penyelenggaraan festival dipilih bukan tanpa alasan. Lokasi ini merupakan salah satu ikon pariwisata DIY yang melegenda dan cocok dijadikan panggung bagi festival internasional semacam ini.

“Harapan kami, JIKF bisa terus berlangsung secara lestari, menjadi tradisi tahunan dan bagian dari kalender pariwisata Bantul,” tuturnya.

Di sisi lain, Pembina JIKF, Gusti Aning, menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas kompetisi, tetapi juga sarana mempererat hubungan budaya, ekologi, dan perdamaian antarbangsa. Ia menyebut, tahun ini ada delapan peserta dari luar negeri dan sekitar 20 klub layang-layang dari berbagai wilayah Indonesia yang turut ambil bagian.

“Penilaiannya pun tidak sembarangan. Mulai dari struktur kerangka layang-layang, cara menaikkan, hingga stabilitas di udara menjadi pertimbangan juri,” jelasnya.

Meski jumlah peserta sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya, hal itu menurutnya disebabkan oleh persiapan yang cukup singkat serta bersamaan dengan penyelenggaraan festival serupa di beberapa daerah lain.

JIKF 2025 menegaskan bahwa tradisi menerbangkan layang-layang bukan hanya permainan masa kecil, tapi telah menjelma menjadi ruang ekspresi budaya dan identitas lokal yang mampu menjangkau publik internasional.

Penulis : Paiman

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Cegah Abrasi, Jejak Bumi dan BP-GMN Tanam Mangrove di Pesisir Kendal
BSU 2026 Rp900 Ribu Dibayar Sekaligus, Ini Syarat Penerimanya
Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 22:00

Cegah Abrasi, Jejak Bumi dan BP-GMN Tanam Mangrove di Pesisir Kendal

Kamis, 5 November 2026 - 20:53

BSU 2026 Rp900 Ribu Dibayar Sekaligus, Ini Syarat Penerimanya

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Berita Terbaru