Festival Mangrove Jatim ke-10, Gubernur Khofifah Tegaskan Indonesia Siap Pimpin Konservasi Dunia

Kamis, 30 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Kaka Slank dan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menanam cemara udang pada Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 di Pantai Panduri, Tuban, Rabu (29/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Kaka Slank dan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menanam cemara udang pada Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 di Pantai Panduri, Tuban, Rabu (29/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

TUBAN, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Jawa Timur menjadi provinsi terdepan dalam pelestarian ekosistem mangrove guna mendukung Indonesia sebagai negara pemimpin konservasi mangrove dunia. Komitmen tersebut ditegaskan saat membuka Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 dalam rangka Hari Mangrove Sedunia 2026 di Pantai Panduri, Kabupaten Tuban, Rabu (29/7/2026).

Festival yang telah memasuki tahun penyelenggaraan ke-10 itu diisi berbagai kegiatan edukatif dan kolaboratif. Salah satu agenda utama adalah aksi penanaman vegetasi pesisir berupa cemara udang dan pandan laut bersama musisi sekaligus pegiat lingkungan Akhadi Wira Satriaji atau Kaka Slank, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky (Lindra), serta ratusan peserta festival.

Khofifah mengatakan Indonesia memiliki sekitar 3,45 juta hektare kawasan mangrove atau sekitar 23 persen dari total mangrove dunia. Potensi tersebut dinilai harus diiringi dengan kepemimpinan Indonesia dalam menghadirkan inovasi, kebijakan, dan gerakan pelestarian mangrove di tingkat internasional.

“Indonesia memiliki mangrove terbesar di dunia, yakni sekitar 3,45 juta hektare atau 23 persen dari total mangrove dunia. Karena itu, Jawa Timur siap menjadi leading province dalam pelestarian mangrove yang mendorong Indonesia menjadi leading country. Inisiatif pelestarian harus lahir dari kita sehingga Indonesia dapat menjadi kiblat sekaligus role model dunia dalam menjaga ekosistem mangrove,” ujar Khofifah.

Ia menjelaskan, berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 3438 Tahun 2025 tentang Peta Mangrove Nasional Tahun 2025, luas kawasan mangrove di Jawa Timur meningkat dari 27.221 hektare pada 2021 menjadi 31.067 hektare pada 2025. Dalam empat tahun terakhir terjadi penambahan sekitar 3.846 hektare kawasan mangrove.

Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan kawasan mangrove terluas di Pulau Jawa. Kontribusinya mencapai 47,85 persen dari total luasan mangrove di Pulau Jawa.

“Dengan capaian tersebut, Jawa Timur menjadi provinsi dengan luasan mangrove terbesar di Pulau Jawa. Maka kalau Indonesia harus menjadi leading country, Jawa Timur sebisa mungkin menjadi leading province,” ungkapnya.

Khofifah menegaskan peningkatan luas mangrove merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas lingkungan, dan masyarakat pesisir melalui berbagai program rehabilitasi, Gerakan Mangrove Lestari, serta Festival Mangrove Jawa Timur yang digelar secara konsisten setiap tahun.

Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, melainkan juga dari keberhasilan menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada kawasan pantai.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong rehabilitasi berbasis karakteristik ekologi. Pada lokasi tertentu juga dilakukan penanaman vegetasi asosiasi seperti cemara laut dan pandan laut,” katanya.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut menjadi strategi rehabilitasi ekosistem pesisir secara menyeluruh agar setiap kawasan memperoleh perlakuan sesuai karakteristik alam dan mampu memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi secara berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, Khofifah juga meresmikan Pantai Panduri sebagai destinasi wisata edukasi mangrove bersama Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Jumadi, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Hanifah Dwi Nirwana, serta Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan Dyah Murtiningsih melalui penandatanganan prasasti.

Sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan, Gubernur Khofifah bersama Kaka Slank, Bupati Lindra, dan para tamu undangan menanam 700 bibit vegetasi pesisir yang terdiri atas cemara udang dan pandan laut. Mereka juga melepasliarkan 100 ekor burung perkutut.

Rangkaian festival juga diwarnai pemberian penghargaan kepada 21 individu, pemerintah daerah, perusahaan, dan pegiat lingkungan yang dinilai berkontribusi dalam pelestarian mangrove di Jawa Timur. Penerima penghargaan di antaranya Bupati Tuban, Wakil Bupati Gresik, Wakil Bupati Lamongan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama, PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tuban, PT Petrowell Energi, PT Saka Indonesia Pangkah Limited (SIPL), serta pegiat lingkungan Ali Mansyur.

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengapresiasi kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang kembali menunjuk Kabupaten Tuban sebagai tuan rumah Festival Mangrove Jawa Timur. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir terhadap pentingnya mangrove sebagai pelindung pantai sekaligus penopang ekonomi warga.

“Hampir 30 hingga 40 persen mata pencaharian masyarakat kami adalah nelayan. Festival Mangrove ke-10 ini menjadi pilot project yang sangat strategis untuk memahamkan masyarakat bahwa tidak ada kekurangan sedikit pun ketika kita secara masif melakukan penanaman mangrove di bibir pantai maupun di dasar laut,” kata Lindra.

Ia menjelaskan mangrove tidak hanya berfungsi mencegah abrasi dan intrusi air laut, tetapi juga mampu menyerap karbon dioksida, menciptakan habitat baru bagi ikan dan kepiting, serta memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk.

Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan Dyah Murtiningsih turut mengapresiasi konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga kawasan mangrove. Ia menyebut kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci percepatan rehabilitasi pesisir.

“Festival Mangrove ini membuktikan Jawa Timur sangat konsisten melindungi dan mempertahankan mangrove. Sampai tahun ini, Kementerian Kehutanan bersama pemerintah daerah dan seluruh pihak telah melakukan rehabilitasi mangrove seluas 1.643 hektare di Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru