Festival Pasar VOC Probolinggo Hidupkan Nuansa Tempo Dulu

Minggu, 14 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama jajaran Forkopimda menyalakan obor sebagai tanda dimulainya Festival Pasar VOC di Benteng Mayangan, Sabtu (13/9) malam. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama jajaran Forkopimda menyalakan obor sebagai tanda dimulainya Festival Pasar VOC di Benteng Mayangan, Sabtu (13/9) malam. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id – Kota Probolinggo kembali menghadirkan agenda wisata budaya yang unik. Festival bertajuk Pasar VOC sukses digelar di kawasan Benteng Mayangan, Kelurahan Mayangan, pada Sabtu–Minggu (13–14/9). Kegiatan ini memadukan potensi ekonomi, seni budaya lokal, serta warisan kolonial dalam satu kemasan yang memikat.

Pembukaan Pasar VOC berlangsung meriah pada Sabtu malam dengan peresmian oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, didampingi Ketua TP PKK dr. Evariani. Keduanya tampil dengan busana khas yang memperkuat nuansa tempo dulu. Sang wali kota mengenakan seragam pejuang kemerdekaan, sementara istrinya berpenampilan ala Noni Belanda.

Tak hanya pejabat, pengunjung juga ikut berpartisipasi dengan berbagai busana etnik, mulai pangeran Jawa, prajurit Belanda, hingga pakaian nusantara. Seluruh area Benteng Mayangan dipenuhi dekorasi bergaya klasik, lengkap dengan stan kuliner tradisional, minuman khas, serta produk kerajinan lokal.

Di panggung utama, pertunjukan musik keroncong, akustik, hingga tari tradisional turut menyemarakkan suasana. Festival juga menyuguhkan fashion show yang menampilkan busana bernuansa sejarah, seolah membawa pengunjung kembali ke masa kekuasaan VOC.

Ketua Pelaksana sekaligus Ketua LPM Mayangan, Adi Riyanto, menegaskan bahwa Pasar VOC sepenuhnya lahir dari swadaya masyarakat. “Kegiatan ini mendukung program Probolinggo Bersolek yang diinisiasi wali kota dan wakil wali kota melalui penguatan potensi budaya lokal,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota dr. Aminuddin menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga. Ia berharap Pasar VOC bisa menjadi destinasi baru sekaligus masuk dalam kalender wisata budaya Kota Probolinggo.

“Mudah-mudahan acara ini benar-benar berkesan sehingga masyarakat ingin menjadikannya kegiatan rutin dan bagian dari kalender wisata kota,” kata Aminuddin.

Selain itu, pemerintah kota juga berencana melakukan pemugaran Benteng Mayangan agar makin menegaskan identitas Probolinggo sebagai kota budaya. Menurut Aminuddin, pihaknya telah menelusuri arsip hingga ke Leiden, Belanda, untuk mendapatkan desain asli benteng pada masa kolonial.

Camat Mayangan, Agus Dwiwantoro, menjelaskan bahwa nama Pasar VOC dipilih karena lokasi festival berada di kawasan benteng peninggalan Belanda. Ia mengungkapkan, antusiasme masyarakat membuat pihaknya berencana menggelar festival ini secara rutin setiap tiga bulan sekali.

“Antusiasnya luar biasa, jadi tidak akan berhenti di sini. Ke depan kita agendakan tiga bulanan agar UMKM juga semakin bergerak,” terang Agus.

Festival ditutup dengan prosesi penyalaan obor, penyerahan cinderamata, serta pemberian santunan kepada perwakilan pengemudi ojek online.

“Kalau Benteng Mayangan benar-benar bisa kita pugar dan Pasar VOC rutin digelar, Probolinggo bukan hanya sekadar kota pesisir, tapi juga destinasi budaya yang diperhitungkan,” pungkas Wali Kota Aminuddin.

Penulis : Nanang

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru