FKSB dan DPRD Semarang Bahas Jalan Rusak hingga Aspirasi Warga Saat Buka Bersama

Selasa, 10 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FKSB Kota Semarang menggelar buka puasa bersama dan dialog publik dengan unsur DPRD serta komunitas masyarakat, Senin (9/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

FKSB Kota Semarang menggelar buka puasa bersama dan dialog publik dengan unsur DPRD serta komunitas masyarakat, Senin (9/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri sejumlah komunitas, organisasi kemasyarakatan, serta unsur legislatif di Kota Semarang. Agenda yang berlangsung pada Senin (9/3/2026) itu juga dimanfaatkan sebagai forum dialog publik untuk menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIB tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Suharsono, Ketua FKSB Kota Semarang Dr. Krat. KH. AM Juma’i, Ketua Forum Kiyai Santri Pancasila Ahmad Robani Albar, Ketua WBI Jawa Tengah Rozikin Subastian, serta sejumlah tokoh masyarakat dan komunitas.

Acara dikemas dalam bentuk silaturahmi sekaligus public hearing antara masyarakat dan pemangku kebijakan daerah. Forum ini menjadi ruang komunikasi untuk memperkuat sinergi sosial dalam mendukung pembangunan Kota Semarang.

Ketua FKSB Kota Semarang Dr. Krat. KH. AM Juma’i mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar agenda buka puasa bersama, melainkan menjadi sarana dialog terbuka antara organisasi masyarakat, komunitas, dan pemerintah daerah.

“Silaturahmi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang komunikasi dan kebersamaan untuk bersama-sama membangun Kota Semarang yang semakin hebat,” ujar Juma’i dalam sambutannya.

Menurutnya, FKSB berkomitmen menjaga hubungan harmonis antar elemen masyarakat sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan situasi sosial yang kondusif.

Ia menilai sinergi antara organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika pembangunan kota.

“Sinergi antar elemen masyarakat harus terus diperkuat. Partisipasi publik sangat dibutuhkan agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Suharsono mengapresiasi inisiatif FKSB yang dinilai mampu mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu forum komunikasi terbuka.

Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam menjembatani aspirasi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas sosial di daerah.

“Kami di DPRD Kota Semarang tentu menyambut baik kegiatan seperti ini. Forum yang mempertemukan masyarakat, komunitas, dan pemangku kebijakan sangat penting untuk memperkuat komunikasi,” kata Suharsono.

Dalam forum dialog tersebut, sejumlah perwakilan masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait kondisi infrastruktur di beberapa wilayah Kota Semarang yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Beberapa titik yang disoroti antara lain ruas jalan di wilayah Mijen, Ngaliyan, Kedungmundu Raya, Gunungpati hingga kawasan Panjangan. Selain itu, kondisi Sungai Banger di depan Pasar Burung Karimata juga menjadi perhatian karena terdapat bagian tanggul yang dilaporkan melorot.

Menurut warga, kerusakan infrastruktur tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan maupun masyarakat sekitar jika tidak segera diperbaiki.

Menanggapi hal tersebut, Suharsono memastikan pihak DPRD akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan berkoordinasi bersama dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Semarang.

“Aspirasi masyarakat tentu menjadi perhatian kami. Kami akan mengkomunikasikan hal ini dengan instansi terkait agar dapat segera dilakukan penanganan demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari Ketua WBI Jawa Tengah Rozikin Subastian yang akrab disapa Bang BD. Ia menilai forum seperti ini penting untuk memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah.

Rozikin menegaskan pihaknya bersama PAPDA akan terus mendukung berbagai kegiatan FKSB yang bertujuan memperkuat solidaritas sosial dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti seluruh peserta. Momentum tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus komitmen bersama untuk menjaga persatuan serta mendukung pembangunan Kota Semarang yang lebih maju, harmonis, dan inklusif.

Penulis : OKI/Bandi

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru