Geger Pria Meninggal di Halte BRT Semarang

Sabtu, 25 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di sekitar Halte BRT Alun-Alun Pasar Johar, Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Sabtu (25/10/2025) pagi. Kejadian ini sempat mengundang perhatian warga dan pengguna jalan di kawasan pusat kota tersebut.

Korban diketahui bernama Edi Susilo (44), warga Dusun Ngacir, Kelurahan Kenteng, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, Edi sehari-hari bekerja sebagai pengamen dan kerap beraktivitas di area Pasar Johar.

Menurut saksi mata Sugiarti (53) dan Sri Lestari (53), sekitar pukul 09.30 WIB korban sempat terlihat beristirahat di dalam halte. Tak lama kemudian, ia keluar dan duduk bersandar di samping bangunan halte dalam kondisi tampak lemas. Warga yang melihat mencoba menolong dengan memberikan air minum, namun korban tidak merespons.

Mengetahui kondisi korban memburuk, warga segera menghubungi Tim Ambulans Hebat Kota Semarang. Saat tim medis tiba sekitar pukul 10.30 WIB dan melakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan awal Tim Inafis Polrestabes Semarang, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal akibat serangan jantung. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.

Selama proses evakuasi, petugas dari Polsek Semarang Tengah melakukan pengamanan agar situasi di sekitar lokasi tetap kondusif. Arus lalu lintas di kawasan Johar juga sempat melambat karena banyak warga yang berhenti untuk melihat proses penanganan.

Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Sugito, S.H., M.H., membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyatakan pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan rumah sakit untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Benar, seorang pria ditemukan meninggal dunia di sekitar Halte BRT Johar. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal karena serangan jantung. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kompol Sugito saat dikonfirmasi, Sabtu (25/10/2025).

Peristiwa ini menambah perhatian terhadap pentingnya kepedulian warga terhadap kondisi lingkungan sekitar, khususnya di area publik yang ramai. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada petugas atau layanan darurat jika menemukan seseorang dalam kondisi tidak sadar di tempat umum.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat kejadian serupa, supaya bisa segera ditangani dengan cepat dan tepat,” tambah Kompol Sugito.

Penulis : Nanik

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru