Gempur Rokok Ilegal, Satpol PP Jember Ingatkan Ancaman Pidana Penjara

Sabtu, 18 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal kepada pedagang pasar tradisional di Gedung Juang DHC '45 Jember, Sabtu (18/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal kepada pedagang pasar tradisional di Gedung Juang DHC '45 Jember, Sabtu (18/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal dengan menggandeng Kantor Bea Cukai Jember dan Kejaksaan Negeri Jember. Melalui program Gempur Rokok Ilegal, ketiga instansi menggelar sosialisasi kepada puluhan pedagang pasar tradisional di Gedung Juang DHC ’45 Jember, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk menekan peredaran rokok tanpa cukai resmi yang masih ditemukan di sejumlah wilayah. Pedagang pasar tradisional dipilih sebagai sasaran karena berada di titik strategis dalam rantai distribusi dan penjualan produk tembakau.

Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Jember, Ahmad Jayanto, menegaskan bahwa pelaku yang terlibat dalam peredaran rokok ilegal dapat dikenai sanksi pidana. Penindakan hukum, kata dia, terus dilakukan karena praktik tersebut berdampak langsung terhadap penerimaan negara.

“Sanksi yang pasti adalah pidana, yaitu pidana penjara. Sudah banyak yang kami tindak terkait peredaran rokok ilegal ini. Buktinya, setiap kali kami mengadakan pemusnahan barang bukti, rokok ilegal itu masih saja ada,” kata Ahmad Jayanto.

Menurutnya, keberadaan rokok ilegal yang masih beredar menunjukkan perlunya pengawasan dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, program Gempur Rokok Ilegal akan terus dijalankan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penegakan hukum.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Jember, Roby Cahyadi, menjelaskan sosialisasi kepada pedagang pasar merupakan implementasi pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sesuai ketentuan yang berlaku.

Roby berharap para pedagang tidak lagi menjual, membeli, maupun mengedarkan rokok ilegal. Menurutnya, keberhasilan menekan peredaran rokok tanpa cukai akan berdampak pada peningkatan penerimaan negara yang pada akhirnya berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan sektor kesehatan.

“Kami berharap para pedagang di pasar tradisional tidak lagi mengedarkan, menjual, ataupun membeli rokok yang ilegal. Jika peredaran rokok ilegal bisa ditekan, maka porsi dana bagi hasil untuk pembangunan dan sektor kesehatan di Kabupaten Jember akan jauh lebih besar,” jelasnya.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Jember, Ulfa Alfiya, mengajak masyarakat berperan aktif memutus mata rantai distribusi rokok ilegal dengan menolak peredarannya dan melaporkan setiap temuan kepada petugas.

“Langkah utamanya adalah jangan ikut menjadi bagian dari distribusi, membeli, mengedarkan, maupun memproduksi. Jika mengetahui informasinya, silakan langsung laporkan kepada pihak Bea Cukai atau Satpol PP,” pungkas Ulfa.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Berita Terbaru