Gerakan Pangan Murah Warnai HUT ke-80 RI di Lamongan

Sabtu, 30 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau stand Gerakan Pangan Murah di Kawasan Gadjah Mada, Sabtu (30/8/2025) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau stand Gerakan Pangan Murah di Kawasan Gadjah Mada, Sabtu (30/8/2025) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak, Sabtu (30/8). Kegiatan ini dipusatkan di Kawasan Gadjah Mada Lamongan serta tersebar di 27 kecamatan lainnya.

GPM merupakan program pemerintah pusat yang digelar secara nasional di 7.285 kecamatan di 38 provinsi. Agenda ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dalam mengendalikan harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan di seluruh daerah.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang mengikuti pembukaan GPM melalui zoom bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar acara seremonial.

“Program ini bukan hanya sekadar pendistribusian pangan murah, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjamin kelangsungan pangan nasional. Stabilitas harga, keterjangkauan pangan, hingga stok kebutuhan pokok menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Yuhronur, yang akrab disapa Pak Yes.

Dalam pelaksanaan GPM di Lamongan, sejumlah komoditas dijual dengan harga khusus, antara lain beras SPHP kemasan 5 kilogram dengan harga Rp11.600 per kilogram atau Rp58.000 per pack, gula pasir Rp17.500 per kilogram, dan minyak goreng kemasan Rp15.000 per liter.

Di pusat kegiatan kawasan Gadjah Mada, tersedia 7 ton beras SPHP, 250 kilogram gula, dan 250 liter minyak goreng. Sementara itu, setiap kecamatan lain mendapatkan jatah minimal 1 ton beras SPHP. Khusus Kecamatan Paciran dan Brondong, pasokan beras diperbanyak hingga 2,5 ton karena adanya panen padi di wilayah tersebut.

Bupati Yuhronur menambahkan, GPM diharapkan mampu meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong ketahanan pangan daerah. “Kita ingin masyarakat merasakan langsung manfaatnya. Dengan harga yang lebih murah, daya beli warga tetap terjaga, dan kesejahteraan bisa meningkat,”* tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru