JEMBER, RadarBangsa.co.id — Kegiatan gowes bersama Pemerintah Kabupaten Jember pada Senin (5/10/2026) menjadi momentum untuk menggabungkan agenda sosial dengan penguatan ekonomi daerah. Rombongan menempuh rute dari Kebun Sumberwadung menuju Pendopo Wahyawibawagraha.
Bupati Jember Gus Fawait mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada olahraga. Di sepanjang jalur yang dilintasi, rombongan juga menyalurkan bantuan sembako serta menyediakan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat.
Kegiatan itu melibatkan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para camat. Menurut Gus Fawait, keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat kebersamaan seluruh unsur pemerintah dalam membangun Kabupaten Jember.
Di tengah kegiatan tersebut, perhatian Bupati Jember juga diarahkan pada kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan. Ia mengapresiasi inovasi dan langkah hilirisasi produk yang mulai dijalankan oleh manajemen perusahaan daerah tersebut.
“Hilirisasi memberikan nilai tambah pada produk. Dampak jangka panjangnya akan terlihat pada pertumbuhan BUMD kita. Terlebih, kami akan meluncurkan branding Jember Surga Kopi Indonesia,” ujar Gus Fawait.
Ia menilai posisi PDP Kahyangan penting karena perusahaan tersebut mengelola kawasan perkebunan yang berada di pedesaan dan pinggiran hutan. Kawasan itu juga dinilai berkaitan dengan agenda pengentasan kemiskinan yang menjadi perhatian pemerintah daerah.
Potensi komoditas Jember, lanjut Gus Fawait, tidak hanya berasal dari kopi. Daerah ini juga memiliki kopi jenis Liberika dan Robusta, cerutu, serta sejumlah produk pangan seperti edamame, okra, dan cokelat.
Potensi tersebut menjadi salah satu pijakan bagi Pemkab Jember untuk memperkuat posisi daerah sebagai pusat kopi nasional. Hilirisasi diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum dipasarkan lebih luas.
Selain sektor perkebunan dan ekonomi, agenda pendidikan turut menjadi perhatian. Pemkab Jember berkomitmen mempercepat perbaikan sarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat.
Gus Fawait meminta masyarakat serta pihak terkait aktif melaporkan kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat. Laporan tersebut diperlukan agar sekolah yang membutuhkan penanganan segera dapat ditindaklanjuti dan diajukan menjadi prioritas pembangunan.
“PDP memegang peranan penting karena mengelola kawasan perkebunan yang berada di pedesaan dan pinggiran hutan, yang juga menjadi fokus pengentasan kemiskinan,” tegas Gus Fawait.
Dengan demikian, kegiatan gowes bersama Pemkab Jember pada 5 Oktober tidak berhenti sebagai aktivitas kebugaran. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan agenda pemerintah daerah, mulai dari bantuan langsung kepada masyarakat, penguatan BUMD dan hilirisasi kopi hingga percepatan revitalisasi sekolah.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar