Gubernur Jawa Timur Khofifah Bangga RSUD Dr Soetomo Peringkat Pertama Nasional SCImago 2026

Senin, 22 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan kebanggaan atas capaian RSUD Dr Soetomo yang berhasil meraih peringkat pertama nasional dalam SCImago International Rankings (SIR) 2026 sektor kesehatan. Capaian ini dinilai menjadi bukti bahwa kualitas layanan kesehatan Jawa Timur mendapat pengakuan di tingkat internasional.

Khofifah menegaskan, prestasi tersebut bukan sekadar angka dalam sebuah pemeringkatan, melainkan hasil dari transformasi layanan kesehatan yang dibangun secara berkelanjutan. Proses itu mencakup peningkatan kualitas pelayanan medis, penguatan riset, inovasi, hingga kontribusi sosial bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, capaian ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Jawa Timur sekaligus Indonesia. RSUD Dr. Soetomo berhasil membuktikan bahwa rumah sakit daerah mampu tampil sebagai institusi kesehatan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” ujar Khofifah.

SCImago International Rankings (SIR) merupakan pemeringkatan internasional yang mengukur kinerja institusi berdasarkan tiga indikator utama, yakni Research, Societal, dan Innovation. Dalam hasil pemeringkatan itu, RSUD Dr Soetomo menempati peringkat pertama di Indonesia pada seluruh kategori penilaian, yaitu Overall Rank, Research Rank, dan Societal Rank.

Di tingkat internasional, rumah sakit rujukan terbesar di Indonesia Timur itu juga mencatatkan hasil yang menonjol. RSUD Dr Soetomo berada pada peringkat ke-58 dunia untuk kategori Overall, peringkat ke-22 dunia pada kategori Societal, peringkat ke-35 di Asia untuk kategori Overall, peringkat ke-6 di Asia pada kategori Societal, serta peringkat ke-55 di ASEAN untuk kategori Overall dan peringkat ke-19 di ASEAN untuk kategori Societal.

Khofifah menyebut capaian tersebut tidak lahir dalam waktu singkat. Menurutnya, keberhasilan itu dibangun melalui dedikasi, kerja keras, dan kolaborasi seluruh unsur rumah sakit, mulai dari dokter, perawat, tenaga kesehatan, peneliti, akademisi, tenaga pendukung, hingga manajemen rumah sakit.

“Capaian ini adalah hasil kerja kolektif. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh dokter, perawat, tenaga kesehatan, peneliti, manajemen, dan semua pihak yang telah mengabdikan tenaga dan pikirannya untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menilai, tantangan dunia kesehatan saat ini menuntut rumah sakit untuk berperan lebih luas. Rumah sakit tidak lagi hanya menjadi tempat pelayanan medis, tetapi juga pusat penelitian, inovasi, pendidikan tenaga kesehatan, dan pengabdian sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Menurut Khofifah, keberhasilan RSUD Dr Soetomo meraih peringkat tertinggi pada kategori Research dan Societal menunjukkan arah pengembangan layanan kesehatan di Jawa Timur sudah berada di jalur yang tepat. “Rumah sakit masa depan harus menjadi pusat keunggulan yang mengintegrasikan pelayanan, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. RSUD Dr. Soetomo telah menunjukkan peran tersebut dengan sangat baik,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata dia, akan terus memperkuat transformasi layanan kesehatan melalui pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas sarana dan prasarana, pemanfaatan teknologi kesehatan, serta penguatan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. Khofifah optimistis capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi rumah sakit lain di Jawa Timur untuk meningkatkan mutu pelayanan dan daya saing di tingkat nasional maupun global.

“Kita ingin rumah sakit-rumah sakit di Jawa Timur tidak hanya unggul dalam pelayanan, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan rujukan dunia. Dengan kerja keras dan kolaborasi, saya optimistis Jawa Timur akan terus menjadi episentrum layanan kesehatan berkualitas di Indonesia,” tegasnya.

Di akhir, Khofifah berharap capaian RSUD Dr Soetomo tidak membuat jajaran berpuas diri. Ia menekankan bahwa penghargaan dan peringkat hanyalah pengakuan atas kerja keras, sedangkan ukuran utama tetap pada manfaat nyata bagi masyarakat.

“Penghargaan dan peringkat adalah pengakuan atas kerja keras. Tetapi yang paling utama adalah bagaimana kehadiran rumah sakit benar-benar memberikan manfaat, menghadirkan harapan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Itulah tujuan utama yang harus terus kita jaga bersama,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru