Gubernur Jawa Timur Khofifah: KTH Jatim Pecah Rekor, Transaksi Tembus Rp367,95 Miliar

Senin, 6 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Nilai Transaksi Ekonomi (NTE) Kelompok Tani Hutan (KTH) Jawa Timur pada Triwulan I 2026 mencapai Rp367,95 miliar. Angka ini menempatkan Jawa Timur sebagai kontributor tertinggi nasional dalam sektor kehutanan berbasis masyarakat.

Capaian tersebut meningkat 26,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp290,53 miliar. Lonjakan ini mempertegas peran strategis ekonomi kehutanan dalam menopang perekonomian daerah.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian tersebut sebagai indikator kuat pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat di sekitar kawasan hutan. Menurutnya, tren peningkatan ini tidak lepas dari penguatan kelembagaan KTH dan peran aktif penyuluh kehutanan di lapangan.

Secara nasional, NTE KTH pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar Rp619,58 miliar atau naik 15,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, Jawa Timur menyumbang 59,38 persen, menjadikannya sebagai tulang punggung ekonomi kehutanan nasional.

Dominasi Jawa Timur juga terlihat dari kontribusi sejumlah daerah. Kabupaten Trenggalek menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp185,35 miliar, disusul Lamongan Rp22,15 miliar, Blitar Rp20,74 miliar, Probolinggo Rp19,03 miliar, dan Lumajang Rp17,82 miliar.

Selain pasar domestik, produk KTH Jawa Timur juga mulai menembus pasar internasional. Salah satu contohnya adalah KTH Aren Lestari di Pacitan yang berhasil mengekspor gula aren organik ke Malaysia, Belanda, dan Australia dengan volume 12 ton senilai lebih dari Rp535 juta.

“Ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi kehutanan berbasis masyarakat semakin berkembang, produktif, dan memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan,” ujar Khofifah, Senin (6/4).

Ia menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara kelompok tani, penyuluh kehutanan, dan dukungan kebijakan pemerintah daerah.

“Pendampingan yang intensif dan berbasis potensi lokal terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi KTH secara signifikan,” tegasnya.

Capaian ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat sekitar hutan, tetapi juga memperkuat posisi Jawa Timur dalam pengelolaan sumber daya hutan berkelanjutan. Ekonomi kehutanan berbasis masyarakat dinilai mampu menjadi solusi pembangunan yang inklusif sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Meski demikian, Khofifah menekankan pentingnya diversifikasi produk hasil hutan bukan kayu agar nilai tambah ekonomi terus meningkat. Saat ini, kontribusi terbesar masih didominasi hasil hutan kayu dengan nilai lebih dari Rp200 miliar.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas SDM, penguatan kelembagaan, serta perluasan akses pasar.

“Kami ingin memastikan KTH tidak hanya tumbuh sebagai pelaku ekonomi, tetapi juga menjadi pilar penting dalam pembangunan berkelanjutan,” pungkas Khofifah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru