PIDIE JAYA, RadarBangsa.co.id — Kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (6/12), menghadirkan secercah harapan bagi ribuan warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian pascabencana hidrometeorologi. Dengan langkah cepat dan komunikasi intensif dengan warga, Khofifah menegaskan bahwa dukungan Jawa Timur tidak berhenti pada pengiriman logistik semata, tetapi juga mencakup bantuan kesehatan yang menjadi kebutuhan mendesak para penyintas.
Sejak pagi, Gedung Serbaguna Tgk Chik Pante Geulima sudah ramai dipadati warga. Mereka menanti kedatangan rombongan Gubernur Jatim yang membawa paket bantuan tahap awal. Saat menyapa para pengungsi, Khofifah terlihat beberapa kali berhenti mendengarkan keluhan warga, terutama terkait akses layanan kesehatan yang terbatas. Banyak pengungsi mengeluhkan batuk, kelelahan, hingga luka-luka ringan setelah berhari-hari berada di tempat penampungan.
“Malam hari di tenda sangat lembap, banyak anak mulai flu,” ujar Mariati (36), salah satu pengungsi.
Mendengar langsung situasi itu, Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur akan mengirimkan tim medis tambahan lengkap dengan obat-obatan umum, vitamin, dan peralatan darurat. “Kami pastikan bantuan medis tiba secepatnya. Tim medis akan ditugaskan tidak hanya di satu titik, tetapi bergerak ke beberapa lokasi pengungsian,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemkab Pidie Jaya melaporkan dampak bencana yang cukup besar. Banjir bandang dan longsor merusak lebih dari 10 ribu rumah, menghancurkan akses jalan di 240 titik, serta mengakibatkan 42.453 orang harus mengungsi. Kerusakan lahan pertanian seluas 3.479 hektare menambah beban masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi menilai bantuan dari Jawa Timur tiba pada waktu yang tepat. “Kami sedang bekerja keras memastikan seluruh pengungsi mendapatkan layanan. Kehadiran Bu Gubernur memberi dukungan moral dan teknis bagi kami,” katanya.
Khofifah juga menegaskan bahwa 1 dari 5 truk logistik bantuan Jatim langsung didistribusikan ke Pidie Jaya. Logistik yang dibawa meliputi bahan makanan, peralatan memasak, kebutuhan bayi, perlengkapan ibadah, serta peralatan kebersihan keluarga. “Kami ingin kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi hingga situasi berangsur pulih,” ucapnya.
Tak hanya itu, Jawa Timur juga menggelar doa dan sholat gaib di berbagai titik, termasuk Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Sejumlah pesantren besar seperti Tebuireng pun ikut mendoakan para korban setiap hari. “Bantuan fisik penting, tetapi kekuatan batin juga harus kita bangun bersama,” kata Khofifah.
Dalam kunjungannya, Khofifah juga meninjau dapur umum yang dikelola BPBD. Ia meminta agar makanan siap saji terus tersedia untuk mengurangi risiko antrean panjang di tengah kondisi cuaca yang belum stabil. Kepala BPBD Jatim Gatot Soebroto menyampaikan bahwa tambahan relawan akan dikirimkan menyusul lonjakan kebutuhan bantuan di lapangan.
Di tengah suasana pengungsian, Khofifah menyampaikan duka mendalam atas 27 warga yang meninggal akibat bencana tersebut. Ia mengajak para pengungsi tidak menyerah dan terus menjaga kekompakan. “Bangkit itu butuh waktu, tetapi semangat tidak boleh padam,” tegasnya.
Satu pesan yang kembali ia tekankan adalah hubungan persaudaraan antara Jawa Timur dan Aceh. “Kami datang tanpa jarak. Ini bagian dari solidaritas sesama anak bangsa,” ujarnya sebelum meninggalkan lokasi.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








