Gubernur Khofifah Apresiasi 13 Sanggar Topeng Malangan, Dorong Regenerasi

Minggu, 23 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama pelaku pelestari Topeng Malangan dalam acara Apresiasi Pelestari Kesenian Asli Jawa Timur di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang, Kamis (20/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama pelaku pelestari Topeng Malangan dalam acara Apresiasi Pelestari Kesenian Asli Jawa Timur di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang, Kamis (20/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MALANG, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi kepada 13 sanggar pelestari Topeng Malangan dalam upaya memperkuat keberlanjutan kesenian tradisional sekaligus mendorong regenerasi seniman di Jawa Timur.

Apresiasi tersebut disampaikan Khofifah dalam acara Apresiasi Pelestari Kesenian Asli Jawa Timur di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang, Kamis (20/8/2026). Dukungan diberikan kepada 13 sanggar tari Topeng Malangan sesuai kebutuhan masing-masing.

Sanggar Tari Setyotomo menerima satu set gamelan. Sedangkan 12 sanggar lainnya masing-masing mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp5 juta.

Khofifah mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk penghargaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada para sesepuh, maestro, seniman, budayawan, sanggar, komunitas, dan seluruh pihak yang selama ini konsisten menjaga serta mewariskan Topeng Malangan kepada generasi berikutnya.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelestari Topeng Malangan yang terus menjaga dan mewariskan kesenian ini. Apa yang panjenengan lakukan ini adalah menjaga identitas dan warisan budaya Jawa Timur untuk generasi yang akan datang,” ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, Topeng Malangan tidak dapat dipandang hanya sebagai seni pertunjukan. Kesenian tersebut merupakan bagian dari warisan pengetahuan dan identitas masyarakat Malang yang memiliki keterkaitan erat dengan Cerita Panji.

Di dalam Topeng Malangan terdapat sejarah, simbol, karakter, filosofi, nilai kehidupan, hingga kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi. Karena itu, pelestarian tidak cukup hanya mempertahankan bentuk pertunjukan di atas panggung.

“Topeng Malangan bukan sekadar topeng, gerak tari, iringan musik, maupun lakon pertunjukan. Di dalamnya tersimpan sejarah, pengetahuan, simbol, karakter, nilai kehidupan, serta kearifan masyarakat Malang yang diwariskan lintas generasi,” katanya.

Khofifah menilai pengetahuan, keterampilan, nilai, filosofi, dan kemampuan berkesenian yang melekat pada Topeng Malangan harus terus ditransfer kepada generasi muda.

Regenerasi, kata dia, menjadi faktor penting dalam memastikan kesenian tradisional tetap hidup. Keberadaan panggung dan pertunjukan tidak akan cukup apabila tidak diikuti lahirnya generasi penerus yang mampu menjaga sekaligus mengembangkan kesenian tersebut.

“Kuncinya adalah regenerasi. Jangan sampai sebuah kesenian memiliki panggung, tetapi kehilangan penerus. Keberhasilan pelestarian budaya tidak hanya diukur dari banyaknya pertunjukan, tetapi juga dari lahirnya generasi baru yang mampu meneruskannya,” ujarnya.

Khofifah juga mengapresiasi berbagai upaya pelestarian yang telah dilakukan seniman dan pemerintah, termasuk melalui Program Seni Waris. Program tersebut memberikan ruang bagi Topeng Malangan untuk terus dipertunjukkan, dipelajari, dan diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas.

Khusus bantuan satu set gamelan kepada Sanggar Tari Setyotomo, Khofifah berharap fasilitas tersebut tidak berhenti sebagai sarana pertunjukan. Gamelan diharapkan menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pewarisan budaya kepada anak-anak muda.

“Semoga gamelan ini tidak hanya menjadi alat musik, tetapi menjadi bagian dari proses pewarisan. Dari sini anak-anak muda belajar, berlatih, berkarya, dan pada akhirnya menjadi generasi yang meneruskan Topeng Malangan,” tuturnya.

Selain menjaga keberlangsungan kesenian, Khofifah menekankan pentingnya membangun ekosistem budaya yang memberikan ruang bagi para seniman untuk berkarya sekaligus memperoleh manfaat ekonomi.

Menurut dia, pelestarian budaya perlu berjalan beriringan dengan regenerasi, penguatan kapasitas pelaku budaya, serta pembukaan akses ekonomi. Pengembangan seni dan budaya juga perlu dikaitkan dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

“Budayanya lestari, senimannya berdaya, generasi mudanya bangga, ekonomi kreatifnya tumbuh, dan masyarakatnya memperoleh manfaat,” kata Khofifah.

Penguatan ekosistem tersebut juga menyasar pelaku ekonomi masyarakat di sekitar ruang kebudayaan. Dalam kesempatan yang sama, Khofifah memberikan bantuan modal sebesar Rp5 juta kepada Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Krida Budaya Malang.

Bantuan tersebut diharapkan mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat yang tumbuh di kawasan Taman Krida Budaya. Keberadaan PKL dan pelaku UMKM menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang dapat berkembang seiring dengan hidupnya ruang seni dan budaya.

Bagi Khofifah, penguatan kebudayaan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, seniman, komunitas, lembaga pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat perlu membangun kolaborasi agar kesenian tradisional tidak sekadar bertahan, tetapi juga tetap relevan bagi generasi muda.

Ia berharap apresiasi kepada para sanggar dan pelaku budaya dapat menjadi penyemangat untuk terus berkarya. Proses pewarisan pengetahuan dan keterampilan seni juga diharapkan semakin luas sehingga Topeng Malangan memiliki lebih banyak penerus.

“Teruslah berkarya dan mewariskan ilmu kepada generasi berikutnya. Sebab apa yang panjenengan jaga hari ini adalah warisan bagi anak cucu Jawa Timur di masa mendatang,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Evy Afianasari menyebut perkembangan ekosistem Topeng Malangan menunjukkan tren positif.

Pada 2025 tercatat terdapat 11 sanggar tari khusus Topeng Malangan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 15 sanggar pada 2026.

Pertumbuhan juga terlihat dari jumlah seniman aktif. Pada 2025 tercatat 369 seniman aktif. Hingga Agustus 2026, jumlah tersebut telah mencapai 589 seniman.

“Pertumbuhan jumlah sanggar dan seniman aktif menunjukkan bahwa ekosistem Topeng Malangan terus berkembang. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat regenerasi sekaligus memastikan kesenian ini tetap hidup dan dekat dengan generasi muda,” ujar Evy.

Pertumbuhan jumlah sanggar dan seniman tersebut menjadi modal untuk memperluas ruang pertunjukan, pembinaan, pendidikan, serta kolaborasi. Langkah itu diharapkan membuat semakin banyak generasi muda mengenal, mencintai, dan terlibat langsung dalam pelestarian Topeng Malangan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru