JAKARTA SELATAN, RadarBangsa.co.id – Penuh kehangatan dan kebersamaan terasa di Kantor PP Muslimat NU, Jakarta Selatan, pada rangkaian acara Peringatan Nuzulul Quran, Baksos, Amaliyah Ramadan, serta Penutupan Pesantren Ramadan Balita. Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, hadir dan memberikan sambutan dalam acara tersebut.
Selain Gubernur Khofifah, acara ini juga dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sekaligus Ketua PP Muslimat NU, Arifah Choiri Fauzi, bersama ratusan jamaah dan santri cilik yang tergabung dalam program Pesantren Ramadan Balita.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya menjaga tiga ukhuwah, yaitu ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia), dan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan). Ia mengajak umat Muslim untuk memperkuat ukhuwah dan meningkatkan kesalehan sosial selama bulan Ramadan.
“Di bulan Ramadan ini, kita diajak untuk meningkatkan kesalehan sosial dan memperkuat ukhuwah. Kita harus saling menghormati, tidak mudah terprovokasi, serta terus membangun kebersamaan,” ujar Khofifah.
Program Pesantren Ramadan Balita yang telah berjalan selama tiga tahun menjadi salah satu sorotan utama dalam acara ini. Program ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Islam sejak usia dini kepada anak-anak. Para santri cilik tampil dengan bakat mereka, mulai dari membaca shalawat, menghafal hadist, hingga menyanyikan lagu-lagu islami. Bahkan, cucu Gubernur Khofifah, Aisyah Nabila atau Aila, turut berpartisipasi dalam program ini.
Menteri PPPA, Arifah Choiri Fauzi, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Gubernur Khofifah dalam mencetuskan program Pesantren Ramadan Balita. Ia menyebutkan bahwa program ini mendapat dukungan luas dari berbagai kementerian karena dinilai sangat efektif dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
“Ini investasi berharga untuk generasi emas 2045. Anak-anak inilah yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa,” tambah Arifah.
Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama, sebuah momen yang menggambarkan semangat berbagi dan kebersamaan di bulan suci Ramadan.
Lainnya:
- Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








