KOTA BLITAR, RadarBangsa.co.id – Peringatan Haul Bung Karno ke-56 di Kota Blitar diisi dengan kegiatan Sema’an Al-Quran 56 Khataman yang berlangsung khidmat pada Sabtu (20/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama para sami’in dan sami’at dari berbagai wilayah di Kota Blitar.
Doa dalam kegiatan tersebut dipimpin KH Agus Taqiyudin Subeqi. Sema’an Al-Quran 56 Khataman menjadi bagian dari rangkaian peringatan Haul Bung Karno tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Blitar.
Sehari sebelumnya, Jumat (19/6/2026), Pemkot Blitar juga menggelar doa bersama di Makam Bung Karno yang diikuti para santri TPA dan TPQ. Rangkaian kegiatan itu menjadi bentuk penghormatan sekaligus doa bagi Presiden pertama Republik Indonesia tersebut.
Wali Kota Blitar yang akrab disapa Mas Ibin mengatakan, Sema’an Al-Quran 56 Khataman diharapkan dapat menjadi tradisi dalam setiap peringatan Haul Bung Karno.
“Semoga kegiatan Sema’an Al-Quran ini menjadi tradisi setiap Haul Bung Karno untuk dibacakan khataman Al-Quran,” kata Mas Ibin.
Menurutnya, pembacaan Al-Quran merupakan bentuk rasa syukur atas perjuangan para pendiri bangsa, khususnya Bung Karno, yang telah meletakkan dasar kemerdekaan Indonesia. Kegiatan itu juga menjadi sarana untuk mendoakan jasa, pemikiran, dan perjuangan Bung Karno.
“Nilai-nilai perjuangan Bung Karno perlu terus diwariskan kepada generasi penerus sebagai inspirasi dalam membangun daerah maupun bangsa,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap doa yang dipanjatkan dapat menghantarkan Bung Karno ke tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Kehadirannya dalam kegiatan tersebut, menurut Khofifah, merupakan bentuk dukungan atas ajakan Wali Kota Blitar.
“Dan kemuliaan itu insyaallah akan kembali kepada yang membacakan Al-Qur’an, Amin,” ujar Khofifah.
Melalui rangkaian Haul Bung Karno ke-56, Pemerintah Kota Blitar berharap semangat perjuangan, nasionalisme, dan pengabdian kepada bangsa yang diwariskan Bung Karno dapat terus hidup di tengah masyarakat. “Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi motivasi dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bersama, “pungkasnya.
Penulis : Atik
Editor : Zainul Arifin


















Komentar