BATAM, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kembali pentingnya kontribusi warga Jatim di Kepulauan Riau (Kepri) dalam menjaga harmoni sosial dan mendorong pembangunan daerah. Hal itu disampaikan dalam Forum Silaturahmi masyarakat Jatim di Kepri yang digelar di Hotel Nagoya Hill, Batam, Minggu (7/12) malam.
Dalam forum yang dihadiri ratusan perantau tersebut, Khofifah mengatakan bahwa diaspora Jatim memiliki karakter kuat dalam membangun jaringan sosial dan ekonomi. Menurutnya, nilai kebersamaan yang selama ini dijunjung warga Jatim menjadi modal besar dalam memperkokoh hubungan antardaerah.
“Guyub rukun itu bukan jargon. Itu energi yang nyata untuk memperkuat harmoni di tempat panjenengan tinggal,” ujarnya.
Khofifah menambahkan bahwa dinamika pembangunan Kepri yang terus berkembang membutuhkan dukungan masyarakat dari berbagai latar belakang. Ia memuji kemampuan warga Jatim beradaptasi dan mengambil peran konstruktif.
“Saya melihat warga Jatim di Kepri selalu menjadi bagian dari solusi. Ini harus terus dijaga,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sektor perdagangan dan UMKM melalui kolaborasi antarprovinsi.
“Kita ingin Jatim dan Kepri terhubung bukan hanya secara emosional, tetapi juga melalui rantai ekonomi yang saling menguntungkan,” katanya.
Khofifah bahkan mendorong diaspora untuk mengembangkan jejaring digital lintas wilayah agar produk-produk daerah lebih mudah diakses pasar.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam sambutannya menyebut bahwa keragaman suku di Kepri menjadi potret keberhasilan toleransi daerah. Dengan 22,93 persen penduduk bersuku Jawa, kontribusi warga Jatim dinilai cukup besar dalam menjaga stabilitas sosial.
“Kepri sejak 2022 hingga 2025 selalu berada di posisi atas untuk indeks moderasi. Warga Jatim berperan nyata di dalamnya,” ungkap Ansar.
Ia menilai kehadiran Khofifah bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat hubungan emosional antara pemerintah daerah dan warganya di rantau. “Silaturahmi ini memperkuat rasa memiliki terhadap tanah perantauan,” katanya.
Ketua Paguyuban Masyarakat Jatim di Kepri, Imam Tohari, berharap pertemuan ini membuka jalur dialog yang lebih rutin.
“Warga Jatim di Kepri ingin tetap terhubung dengan pemerintah Jatim agar berbagai persoalan dapat dicarikan solusi bersama,” ucapnya.
Beberapa warga juga menyampaikan aspirasi seperti peningkatan pelatihan kerja, dukungan beasiswa anak perantau, serta peluang pemasaran produk UMKM.
“Kami ingin tumbuh bersama di Kepri, sambil tetap menjaga identitas sebagai warga Jatim,” tutur seorang peserta.
Menutup acara, Khofifah mengajak diaspora Jatim terus memperkuat harmoni.
“Kerukunan adalah kekuatan besar. Mari terus berkarya, menjaga persaudaraan, dan membawa manfaat bagi daerah rantau serta Jawa Timur,” katanya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar