PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali turun langsung membantu masyarakat yang terdampak kemarau panjang. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar Pasar Murah di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Minggu (6/9), setelah sebelumnya menyalurkan bantuan air bersih untuk warga yang menghadapi kekeringan.
Kegiatan Pasar Murah dalam rangka pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan Jawa Timur itu berlangsung di Lapangan Lumbang (Koramil), Desa Cukurguling, Kecamatan Lumbang. Sejumlah kebutuhan pokok disediakan dengan harga terjangkau untuk membantu meringankan pengeluaran rumah tangga masyarakat.
Khofifah mengatakan, Pasar Murah menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga pangan. Menurutnya, langkah tersebut semakin penting dilakukan di wilayah yang tengah menghadapi dampak kemarau panjang.
“Pasar Murah ini rutin kita lakukan. Hari ini di Lumbang yang kebetulan sedang menderita kekeringan. Tadi kita sudah memberikan bantuan air bersih, dan sekarang disusul dengan Pasar Murah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Khofifah.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, Khofifah dalam kegiatan tersebut menyerahkan beras SPHP kepada puluhan warga lanjut usia dan membagikan sembako secara gratis kepada masyarakat sekitar. Anak-anak yang hadir juga mendapat paket mainan.
Berbagai komoditas dijual dengan harga yang telah disiapkan untuk membantu masyarakat. Beras premium dibanderol Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, dan tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Komoditas lainnya meliputi gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, telur ayam ras Rp20.000 per pak, serta daging ayam ras Rp32.000 per pak. Pasar Murah tersebut juga menghadirkan sejumlah produk industri kecil dan menengah (IKM).
Khofifah menilai penanganan kekeringan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan air bersih. Kondisi kemarau yang berlangsung panjang juga berpotensi menambah tekanan terhadap ekonomi rumah tangga masyarakat.
Karena itu, intervensi pemerintah dilakukan melalui sejumlah langkah, termasuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kita memang sedang mengalami kemarau lumayan panjang. Saya mengerti betapa sulitnya ini untuk masyarakat. Mudah-mudahan, dengan bantuan dan intervensi pemerintah, beban masyarakat bisa sedikit berkurang,” ungkapnya.
Khofifah juga mengajak masyarakat mempertahankan semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Menurutnya, dukungan antarwarga menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi sulit, khususnya bagi masyarakat yang terdampak kemarau.
Bagi warga, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung. Bawon (47), warga yang datang bersama saudaranya, Nunung Sri Astuti (46), mengaku baru pertama kali mengikuti Pasar Murah. Ia membeli sejumlah kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Saya selama ini tidak pernah dapat bantuan, baru kali ini merasakan. Dan baru pertama ini juga belanja di pasar murah. Alhamdulillah tadi diberi beras gratis langsung dari Bu Khofifah,” kata Bawon.
Nunung Sri Astuti juga mengaku senang dapat bertemu langsung dengan Khofifah sekaligus menerima bantuan beras.
“Terima kasih, Bu Khofifah. Saya senang sekali. Tadi waktu dapat beras, juga sempat salaman langsung. Baik sekali. Mudah-mudahan sehat terus, Bu Khofifah,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar