Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-84 di Pamekasan, Harga Pangan Lebih Terjangkau

Selasa, 21 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau Pasar Murah ke-84 di Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (19/7). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau Pasar Murah ke-84 di Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (19/7). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PAMEKASAN, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar Pasar Murah ke-84 di halaman Kantor Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (19/7). Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, mengendalikan inflasi, memperkuat daya beli masyarakat, sekaligus mendorong pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sejak pagi, warga memadati lokasi pasar murah untuk membeli berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga di bawah harga pasar. Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pembeli yang memanfaatkan kesempatan memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Khofifah mengatakan pasar murah merupakan bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi yang terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai daerah di Jawa Timur.

“Setiap Selasa ada rakor bersama Mendagri soal inflasi maka sebetulnya bagian dari kita melakukan penetrasi dari kemungkinan terjadinya potensi inflasi. Kita terus keliling melakukan penjangkauan dan memaksimalkan penguatan daya beli masyarakat melalui pasar murah,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai komoditas pokok dijual dengan harga subsidi. Beras premium dipasarkan Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per pak, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta gula pasir Rp14.000 per kilogram.

Komoditas lain seperti bawang putih dan bawang merah masing-masing dijual Rp6.000 per 250 gram. Paket cabai dijual Rp5.000 per 200 gram, sedangkan daging ayam ras dipasarkan Rp32.000 per kilogram.

Menurut Khofifah, selisih harga yang cukup jauh dibandingkan harga pasar diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan biaya lebih ringan. Pada saat yang sama, kebijakan tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

“Misalnya daging ayam di Pamekasan harga Rp39.000-Rp40.000 per kg, kita menjual di sini Rp32.000 per kg. Lalu MinyaKita mungkin di pasar harganya sampai Rp16.000 per liter, di sini kita jual Rp13.000 per liter, kemudian gula harganya rata-rata Rp17.500 per kg, kita jual di sini Rp14.000 per kg,” jelasnya.

Ia menilai pasar murah menjadi instrumen yang efektif untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau. Melalui pola tersebut, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

“Jadi pada dasarnya pasar murah sifatnya meluaskan penjangkauan kepada masyarakat. Mudah-mudahan daya beli mereka semakin kita siapkan di pasar murah, semakin terjangkau dan stabilisasi harga bisa kita lakukan,” tambahnya.

Tidak hanya berfokus pada stabilisasi harga, pasar murah juga dimanfaatkan sebagai sarana penguatan UMKM. Berbagai produk usaha lokal turut dipasarkan sehingga memberi ruang promosi sekaligus membuka peluang peningkatan penjualan bagi pelaku usaha di daerah.

Khofifah menegaskan keterlibatan UMKM dalam setiap penyelenggaraan pasar murah merupakan bagian dari upaya mendorong pelaku usaha agar berkembang dan memiliki daya saing yang lebih luas.

“Selalu ada UKM yang memberseiringi pasar murah untuk menguatkan posisi UKM di mana saja supaya UKM naik kelas,” katanya.

Ia menjelaskan setiap pelaksanaan pasar murah juga menjadi momentum untuk melakukan kurasi produk UMKM. Produk yang dinilai memenuhi standar kualitas akan memperoleh pendampingan lanjutan dari perangkat daerah terkait agar memiliki peluang memperluas akses pasar.

“Tampak sederhana tapi ini adalah proses bagaimana kita saling melihat produk-produk UKM di setiap titik pasar murah sambil melakukan kurasi. Biasa ada satu-dua pack yang saya ambil lalu biasanya saya sendiri yang menjadi testernya. Kemudian nanti ada tim dari Disperindag atau UKM yang akan melakukan penguatan pendampingan dan berikutnya di setiap misi dagang selalu ada pelaku UKM yang kita bawa untuk meluaskan pasar dari produk-produk UKM,” terangnya.

Melalui pelaksanaan pasar murah yang digelar secara berkelanjutan di berbagai kabupaten dan kota, Pemprov Jawa Timur berharap manfaat yang dirasakan masyarakat tidak hanya berupa harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau. Program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi daerah melalui peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM.

Khofifah menambahkan distribusi bahan pangan yang semakin mudah dijangkau masyarakat akan membantu menekan gejolak harga sekaligus menjaga ketersediaan komoditas pokok di berbagai wilayah. Upaya itu dinilai penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi yang terus berkembang.

“Dengan distribusi bahan pangan yang lebih mudah diakses masyarakat, diharapkan gejolak harga dapat ditekan dan ketersediaan komoditas pokok tetap terjaga di berbagai wilayah,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru