Gubernur Khofifah Gencarkan Pasar Murah, Harga Pangan Terjangkau Jadi Andalan Jaga Daya Beli

Sabtu, 8 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Pasar Murah Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan di Kelurahan Mayangan, Kota Pasuruan, Rabu (5/8). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Pasar Murah Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan di Kelurahan Mayangan, Kota Pasuruan, Rabu (5/8). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menggencarkan Pasar Murah sebagai instrumen pengendalian inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan. Antusiasme warga terlihat dalam pelaksanaan Pasar Murah Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan Jawa Timur 2026 di depan Kantor Kelurahan Mayangan, Kota Pasuruan, Rabu (5/8), serta di Porong, Sidoarjo, Jumat (7/8).

Sejak sebelum kegiatan dimulai, ratusan warga yang didominasi ibu rumah tangga telah memadati lokasi. Mereka datang untuk memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Kedatangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa disambut hangat masyarakat yang telah mengantre sejak siang. Khofifah menyapa warga sekaligus memastikan pelaksanaan pasar murah berjalan tertib agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan mudah.

Pasar Murah di Kota Pasuruan merupakan pelaksanaan ke-91 yang digelar Pemprov Jawa Timur. Kegiatan berikutnya di Porong, Sidoarjo, menjadi pelaksanaan ke-92 sebagai bagian dari upaya berkelanjutan mengendalikan inflasi daerah, menjaga stabilitas harga pangan, dan memperkuat daya beli masyarakat.

Sejumlah komoditas pangan strategis dijual dengan harga di bawah pasar. Beras premium dipatok Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, dan tepung terigu Rp10.000 per kilogram.

Telur ayam ras dijual Rp20.000 per kemasan. Bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, sedangkan daging ayam ras Rp30.000 per kemasan.

Masyarakat juga dapat membeli Beras SPHP kemasan 5 kilogram dengan harga Rp55.000 per sak. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga di pasaran yang berkisar Rp65.000 hingga Rp67.000 per sak.

Khofifah mengatakan Pasar Murah menjadi salah satu instrumen strategis Pemprov Jawa Timur untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di tengah dinamika pangan. Menurut dia, pengendalian inflasi tidak cukup melalui kebijakan makro, tetapi perlu disertai intervensi langsung yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Pasar Murah ini terus kami lakukan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga dan daya beli masyarakat. Kami ingin memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau,” katanya.

Khofifah menegaskan, Pasar Murah juga diarahkan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan, memperlancar distribusi pangan, serta mengantisipasi gejolak harga komoditas strategis.

“Pengendalian inflasi harus dilakukan secara kolaboratif dan berkesinambungan. Melalui Pasar Murah, kami berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar,” katanya.

Ia menyampaikan keberhasilan pengendalian inflasi membutuhkan sinergi pemerintah, BUMN, pelaku usaha, serta pemerintah kabupaten/kota. Pemprov Jawa Timur akan terus memperluas pelaksanaan Pasar Murah di berbagai daerah sesuai kebutuhan dan perkembangan harga di lapangan.

“InsyaAllah, Pasar Murah akan terus kami gencarkan sebagai bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, dan memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” tegasnya.

Dampak program tersebut dirasakan warga. Sarifah mengaku membeli tiga sak Beras SPHP kemasan 5 kilogram karena harganya lebih murah sekitar Rp10.000 hingga Rp12.000 per sak dibandingkan harga pasar.

“Alhamdulillah sangat terbantu. Harganya lebih murah dibandingkan di pasaran, jadi bisa menghemat belanja rumah tangga,” ujarnya.

Ismawati juga merasakan manfaat saat membeli Minyakita seharga Rp13.000 per liter. Harga tersebut lebih rendah sekitar Rp3.000 hingga Rp4.500 dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp16.000 hingga Rp17.500 per liter.

“Kalau bisa lebih sering lagi diadakan. Selisih uang belanja ini bisa kami gunakan untuk kebutuhan rumah tangga yang lain,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada para tukang becak di sekitar lokasi Pasar Murah sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor informal.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru