Gubernur Khofifah Hadiri Peresmian Jembatan Garuda Nganjuk

Kamis, 13 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mengikuti peresmian Jembatan Perintis Garuda di Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Kamis (13/8). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mengikuti peresmian Jembatan Perintis Garuda di Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Kamis (13/8). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

NGANJUK, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin mengikuti peresmian 3.395 Jembatan Perintis Garuda dan 3.000 sumber air bersih TNI AD yang dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual dari Jembatan Perintis Garuda, Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Kamis (13/8).

Jembatan di Desa Genjeng tersebut dinilai strategis karena menghubungkan 40 desa di Kecamatan Pace dan Loceret. Infrastruktur itu memiliki panjang 18 meter dan lebar 1,8 meter, dengan kapasitas beban maksimal 3,5 ton serta batas kecepatan melintas 10 kilometer per jam.

Khofifah mengapresiasi pembangunan infrastruktur dasar yang dilakukan jajaran TNI dan Polri. Menurutnya, pembangunan jembatan dan sumber air bersih dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat, terutama di wilayah perdesaan dan daerah yang menghadapi keterbatasan akses.

“Jembatan-jembatan tersebut membantu membuka akses antarkampung dan antardesa, meningkatkan keselamatan, serta memudahkan masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan pusat kegiatan ekonomi,” ujarnya.

Di Jawa Timur, kata Khofifah, telah terbangun 270 Jembatan Perintis Garuda. Keberadaan infrastruktur tersebut tidak hanya memperkuat konektivitas fisik, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Akses antarwilayah yang semakin terbuka akan memudahkan mobilitas warga sekaligus distribusi hasil pertanian, peternakan, dan berbagai produk ekonomi desa. Kondisi itu diharapkan membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ketika akses antarwilayah semakin terbuka, maka mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan aktivitas ekonomi juga semakin bergerak. Ini tentu akan mengungkit perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan hingga daerah terpencil,” terangnya.

Khofifah juga menyebut kehadiran Jembatan Merah Putih Presisi selaras dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pembangunan dari desa dan memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap infrastruktur dasar.

“Ini adalah bentuk nyata bagaimana pembangunan memberikan kemudahan dan percepatan akses bagi mobilitas masyarakat kampung dan desa. Anak-anak juga bisa lebih cepat dan aman menempuh perjalanan dari rumah menuju sekolah,” katanya.

Program Jembatan Merah Putih Presisi, lanjut Khofifah, menjadi salah satu bentuk pelaksanaan tugas Polri dalam membantu menjawab kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah mengapresiasi pembangunan 3.000 sumber air bersih oleh TNI AD. Di Jawa Timur, telah terbangun 81 sumber air bersih.

Program tersebut dinilai strategis karena Jawa Timur memasuki musim kemarau yang berpotensi menyebabkan kekeringan di sejumlah daerah. Ketersediaan sumber air bersih diharapkan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung aktivitas sehari-hari.

“Kami bersyukur karena di tengah masuknya musim kemarau di berbagai daerah di Jawa Timur, pemerintah bersama TNI hadir membangun sumber-sumber air bersih. Ini tentu sangat berarti bagi masyarakat,” ungkapnya.

Khofifah berharap sumber air bersih dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan masyarakat dan mendukung pengairan persawahan di wilayah sekitar. Menurutnya, pemanfaatan tersebut dapat ikut memperkuat ketahanan pangan di masing-masing wilayah.

“Harapannya sumber air bersih ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari masyarakat, tetapi juga bisa mendukung pengairan persawahan. Dengan begitu, program ini ikut memperkuat ketahanan pangan di masing-masing wilayah,” harapnya.

Peresmian dari Nganjuk itu menjadi bagian dari pelaksanaan pembangunan infrastruktur dasar yang ditujukan untuk menjawab kebutuhan akses masyarakat. Jembatan yang dibangun di wilayah perdesaan memiliki fungsi penting karena jalur penghubung menentukan kemudahan warga menjalankan kegiatan sehari-hari, termasuk perjalanan menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, dan kegiatan ekonomi.

Di tingkat daerah, keberadaan jembatan juga berkaitan dengan kelancaran pergerakan hasil produksi masyarakat. Kemudahan distribusi hasil pertanian dan peternakan menjadi salah satu manfaat yang ditekankan Khofifah ketika menjelaskan dampak pembangunan konektivitas desa.

Program sumber air bersih juga mendapat perhatian karena kebutuhan air menjadi penting ketika musim kemarau berlangsung. Pemerintah bersama TNI dinilai hadir untuk membantu masyarakat memperoleh akses terhadap sumber air bersih yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Program tersebut juga diharapkan memberi manfaat bagi warga di wilayah sekitar.

Presiden Prabowo menyampaikan kebanggaan atas kerja keras jajaran TNI dan Polri yang membantu masyarakat melalui berbagai misi pengabdian. Ia menilai pembangunan Jembatan Garuda dan titik air bersih di berbagai daerah akan memberi manfaat luas.

Menurut Prabowo, keberadaan jembatan dapat mempercepat akses siswa menuju sekolah karena warga tidak lagi harus menempuh jalur memutar. Infrastruktur tersebut juga dinilai memudahkan mobilitas masyarakat di wilayah perdesaan dan pedalaman Indonesia.

“Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi atas sumbangsih dan kerja keras TNI – Polri yang dipersembahkan untuk rakyat sehingga memudahkan mobilitas maupun akses di pedesaan maupun wilayah pedalaman Indonesia,” tegasnya.

Prabowo juga mengapresiasi dedikasi serta inisiatif jajaran TNI dan Polri yang dinilainya menjalankan misi pengabdian sebagai benteng dan pelayan rakyat. Ia menegaskan peresmian infrastruktur dalam skala besar tersebut menjadi bukti gotong royong dan kemandirian bangsa untuk menghimpun kekuatan internal bagi kemakmuran bersama.

Khofifah menegaskan konektivitas dan ketersediaan air bersih merupakan fondasi penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan infrastruktur dasar diharapkan terus membuka akses, menggerakkan ekonomi desa, dan mendukung kebutuhan masyarakat.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru