Gubernur Khofifah Pastikan Operasi Darat dan Water Bombing Percepat Pemadaman Karhutla Bromo

Sabtu, 8 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau penanganan karhutla di kawasan TNBTS, Probolinggo, Jumat (7/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau penanganan karhutla di kawasan TNBTS, Probolinggo, Jumat (7/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jumat (7/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan operasi pemadaman melalui jalur darat, water bombing menggunakan helikopter, dan drone berjalan optimal.

Khofifah didampingi Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur Gatot Soebroto dan Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja saat menyisir area terdampak. Hingga Jumat pagi, luas lahan yang terbakar di kawasan Gunung Bromo tercatat sekitar 176 hektare.

Dalam peninjauan tersebut, Khofifah menyaksikan pengoperasian drone water bombing untuk membantu pemadaman di medan yang sulit dijangkau sekaligus memantau persebaran titik api. Informasi dari pemantauan itu digunakan personel di lapangan untuk menentukan strategi pemadaman secara lebih efektif.

Khofifah memastikan personel gabungan terus bekerja dengan mengoptimalkan operasi pemadaman dari darat maupun udara. BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Balai Besar TNBTS, relawan pecinta hutan dan gunung, serta masyarakat sekitar dikerahkan untuk mempercepat pengendalian api dan meminimalkan dampak kebakaran terhadap kawasan konservasi.

“Terima kasih relawannya banyak sekali, Manggala Agni, relawan pecinta hutan, pecinta gunung disekitaran Bromo semua punya peran yang luar biasa, TNI/Polri juga mengerahkan pasukannya. Support mereka mudah-mudahan mempercepat semua proses recovery,” ujar Khofifah.

Khofifah menjelaskan, kebakaran mulai terdeteksi pada Senin (3/8) dengan luas sekitar 7,9 hektare. Dalam beberapa hari berikutnya, api meluas hingga mencapai 44 hektare. Berdasarkan perkembangan terakhir pada Jumat pagi, area terdampak telah mencapai sekitar 176 hektare.

Sejak hari kedua kebakaran, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta dukungan helikopter water bombing berkapasitas 1.000 liter. Helikopter dari Kalimantan Tengah tiba pada Jumat (7/8) dan mulai mendukung proses pemadaman.

“Sejak hari kedua saya sudah berkoordinasi dengan BNPB agar penanganan diperkuat melalui dukungan helikopter water bombing. Alhamdulillah mulai hari Jum’at (7/8) helikopter dari Kalimantan Tengah sudah tiba dan mulai mendukung proses pemadaman,” kata Khofifah.

Operasi pemadaman juga diperkuat drone water bombing dengan kapasitas angkut air sekitar 100 hingga 150 liter setiap penerbangan. Menurut Khofifah, kombinasi operasi darat, helikopter, dan drone diharapkan mempercepat pengendalian api.

Penguatan operasi tersebut dilakukan karena kondisi medan di kawasan Bromo menyulitkan jangkauan pemadaman secara langsung. Pemanfaatan drone diarahkan untuk membantu menjangkau area sulit sekaligus memberikan gambaran persebaran titik api, sedangkan dukungan helikopter digunakan untuk memperkuat pemadaman dari udara. Seluruh langkah tersebut berjalan bersamaan dengan operasi personel di darat untuk mengendalikan kebakaran dan mencegah perluasan area terdampak.

Sinergi lintas instansi menjadi bagian penting dalam percepatan pengendalian api di kawasan konservasi tersebut Bromo.

Khofifah menyebut Kepala BNPB telah meninjau langsung lokasi beberapa hari sebelumnya sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap percepatan penanganan karhutla di kawasan TNBTS.

Pelaksanaan water bombing masih dipengaruhi kondisi cuaca, terutama kecepatan angin yang dapat membatasi operasional helikopter demi keselamatan penerbangan. Karena itu, strategi pemadaman terus disesuaikan dengan situasi di lapangan.

“Water bombing sudah mulai dilaksanakan. Namun ketika angin bertiup cukup kencang, operasional helikopter harus menyesuaikan kondisi demi keselamatan. Karena itu strategi pemadaman terus disesuaikan dengan situasi di lapangan,” jelasnya.

Untuk memperkuat operasi udara, satu unit helikopter tambahan dari BNPB dijadwalkan tiba pada Sabtu (8/8). Khofifah berharap tambahan armada tersebut dapat dimaksimalkan jika kondisi angin mendukung.

“Hari ini akan datang lagi heli perbantuan dari BNPB. Kalau ada dua armada heli water bombing, semoga anginnya bisa landai sehingga dua heli bisa memaksimalkan melakukan water bombing dan pemadaman hari ini, Sabtu (8/8),” katanya.

Khofifah menjelaskan operasi water bombing tahun ini memiliki sumber air yang lebih dekat karena helikopter dapat mengambil air dari Ranupani. Kondisi tersebut berbeda dengan penanganan karhutla pada 2023 ketika helikopter mengambil air dari Kaliandra maupun Batu.

“Harapannya dari Ranupani ini bisa lebih dekat. Mudah mudah besok anginnya landai, kemudian mengambil airnya dari Ranupani, dua heli water bombing bisa maksimal pemadaman. Mudah-mudahan bisa segera padam semua,” tuturnya.

Khofifah berharap dukungan armada udara, cuaca yang kondusif, dan sinergi seluruh personel gabungan dapat mempercepat pemadaman hingga seluruh titik api berhasil dikendalikan. Ia juga berharap tambahan satu heli water bombing dapat membantu pemadaman sampai tuntas.

Di tengah upaya pemadaman, proses penyelidikan penyebab kebakaran tetap berjalan. Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja mengatakan dugaan awal menunjukkan kebakaran kemungkinan dipicu aktivitas manusia, bukan faktor alam. Namun, penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan.

“Kalau dari dugaan ada kemungkinan itu faktor manusia jadi bukan faktor alam, karena jalur di atas awal api itu ada dipuncak tebing. Ada jalur tradisional yang menghubungkan Desa Arjosari dan Desa Ranupani. Sepertinya tidak ada unsur sengaja kalau menurut kami,” ungkap Rudijanta.

Rudijanta menegaskan fokus utama tim saat ini mempercepat pemadaman agar api tidak semakin meluas. Penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tetap dilakukan secara paralel.

“Saat ini kami masih fokus pada upaya pemadaman. Namun, penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran akan terus kami lakukan,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru