SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan Pemprov Jatim menjalankan empat pedoman kepemimpinan yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan. Empat pedoman itu diarahkan untuk menjaga kepentingan nasional, merespons persoalan rakyat secara cepat, serta membangun kesejahteraan dan kemandirian bangsa dalam jangka panjang.
Khofifah menyampaikan hal tersebut setelah bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Jatim mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Prabowo dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Gedung DPRD Provinsi Jatim, Jumat (14/8).
Menurut Khofifah, empat pedoman Presiden dapat menjadi acuan kepemimpinan di Jawa Timur dengan menempatkan kepentingan seluruh rakyat sebagai orientasi utama. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Mahakuasa.
“Kepemimpinan adalah tentang memegang teguh amanah yang telah diberikan rakyat dan mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Karena itu, setiap langkah pemerintah harus memiliki arah yang jelas dan berpijak pada kepentingan seluruh masyarakat,” ungkap Khofifah.
Pedoman pertama yang disampaikan Presiden Prabowo adalah bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pedoman kedua berkaitan dengan menjaga, menjalankan, dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital.
Khofifah mengaitkan pedoman tersebut dengan upaya mewujudkan swasembada pangan. Ia menyebut Jawa Timur telah berada pada posisi sebagai lumbung pangan nasional dan mendorong kedaulatan pangan berkelanjutan.
“Ketika nasional tengah berupaya Swasembada Pangan, maka Jawa Timur telah ada di posisi Kedaulatan Pangan Berkelanjutan. Ini bukti bahwa keseriusan dan kerja keras kita untuk melindungi kepentingan masyarakat secara umum,” ucapnya.
Berdasarkan arahan Presiden Prabowo, Indonesia pada tahun ini telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Jawa Timur disebut mendukung capaian tersebut sebagai produsen beras, jagung, gula, daging ayam, telur, hingga daging sapi terbesar se-Indonesia.
“Hal ini termasuk menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia, agar dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Pedoman ketiga Presiden menekankan kerja cepat untuk mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi rakyat. Khofifah mencontohkan pelaksanaan Pasar Murah di berbagai daerah di Jawa Timur sebagai bentuk respons pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan.
Pemprov Jatim, kata Khofifah, akan terus hadir dan lebih peka ketika masyarakat membutuhkan solusi. Pemerintah juga tidak boleh membiarkan persoalan masyarakat berlarut-larut.
“Orientasi pemerintah adalah perbaikan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah pusat hadir, Pemprov hadir. Kepekaan-kepekaan itu yang sangat dibutuhkan untuk melihat dan menyelesaikan permasalahan masyarakat hingga di lini terbawah,” tegasnya.
Pedoman keempat menekankan orientasi jangka panjang. Khofifah menyebut kebijakan pemerintah tidak hanya ditujukan untuk menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga harus mempertimbangkan kehidupan generasi berikutnya.
Ia mencontohkan bonus demografi yang dimiliki Indonesia, termasuk Jawa Timur. Kondisi tersebut, menurut Khofifah, harus dioptimalkan agar potensi generasi produktif dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan hingga Indonesia Emas 2045.
“Jangan sampai kita nanti saat sampai pada Indonesia Emas 2045, merasa menyesal tidak berkontribusi signifikan,” ujarnya.
Khofifah juga menegaskan pendidikan sebagai jalan untuk memutus rantai kemiskinan. Karena itu, pemerintah perlu mempersiapkan generasi penerus Jawa Timur dan Indonesia dengan memperkuat sumber daya manusia serta memastikan pendidikan dapat diakses seluruh masyarakat.
“Kita percaya bahwa pendidikan mampu mengangkat derajat sebuah keluarga. Oleh sebab itu, perbaikan Sumber Daya Manusia telah menjadi fokus utama dalam kepemimpinan kami sejak periode pertama lalu,” kata Khofifah.
“Kita tegaskan bahwa No One Left Behind. Pendidikan harus inklusif yang merangkul seluruh masyarakat,” imbuhnya.
Menurut Khofifah, arah kebijakan tersebut perlu diterjemahkan sampai tingkat paling bawah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat. Pemerintah daerah, bersama seluruh elemen, dinilai memiliki peran untuk menjaga kesinambungan program, memperkuat kualitas manusia, dan memastikan potensi ekonomi dapat membuka kesempatan kerja. Fokus itu menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan masyarakat hari ini sekaligus menyiapkan fondasi pembangunan untuk masa depan Jawa Timur.
Khofifah optimistis empat pedoman tersebut dapat menjadi guideline bersama hingga lini terbawah. Pembangunan nasional, menurutnya, harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat sekaligus penguatan kemandirian bangsa.
Ia juga menyebut target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 6 persen pada 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo dapat terwujud melalui kerja bersama. Pertumbuhan ekonomi dan investasi diharapkan berdampak pada penciptaan lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan rakyat.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar