SAMPANG, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Sampang, Selasa (21/7). Dalam kunjungan itu, ia menyatakan optimistis SRT Sampang dapat menjadi solusi strategis untuk menyiapkan generasi unggul sekaligus membantu memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis bagi masyarakat kurang mampu.
SRT Sampang berlokasi di Jalan Batokarang, Kecamatan Camplong, dan dibangun di atas lahan seluas 8,4 hektare. Khofifah menyebut fasilitas yang tersedia sangat memadai, mulai dari asrama, ruang belajar, masjid, hingga sarana olahraga yang dinilainya representatif untuk mendukung proses pendidikan terpadu.
“SRT merupakan penyiapan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu desil 1 dan 2. Hal ini menjadi solusi ampuh dan efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Mudah-mudahan menjadi sumber bahagia keluarga, masyarakat bangsa dan negara sehingga cita-cita yang mereka susun tercapai semuanya,” ujarnya.
Sekolah ini dirancang mengintegrasikan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan pendidikan terpadu. Seluruh peserta didik akan mendapat layanan pendidikan gratis yang didukung fasilitas modern, termasuk ruang kelas digital, laboratorium terpadu, gedung serbaguna, sarana ibadah, serta lapangan sepak bola, bola basket, bola voli, dan jogging track berlapis rubber.
Khofifah mengatakan kawasan SRT Sampang menjadi salah satu yang paling luas di Indonesia untuk kategori sekolah rakyat terpadu. Ia juga menegaskan bahwa pembangunan dilakukan dengan pengerjaan tiga shift dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
“Kategori SRT mulai SD, SMP dan SMA ternyata area terluas se-Indonesia, total 12 hektar.. Jadi Kabupaten Sampang luar biasa, bisa menyiapkan area terluas se-Indonesia untuk sekolah rakyat terpadu,” ungkapnya.
“Kita tadi juga sudah mencoba rubber untuk jogging track kemudian ada asrama, ruang belajar, masjid dan tempat olahraga yang juga luar biasa seperti lapangan sepak bola, bola basket dan bola voli,” imbuh Khofifah.
Selain menonjolkan aspek akademik, Khofifah mendorong penguatan pendidikan karakter dan spiritual di lingkungan sekolah. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial akan menyiapkan guru mengaji, sementara waktu luang siswa diarahkan untuk kegiatan positif seperti menghafal Al-Qur’an, pembinaan karakter, serta pengembangan minat dan bakat.
Ia menegaskan, pembangunan SRT merupakan bagian dari komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto dalam menghadirkan akses pendidikan berkualitas bagi keluarga prasejahtera. Menurutnya, cita-cita menuju Generasi Emas 2045 harus diwujudkan lewat program konkret yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sejak dini.
“Semula yang rintisan itu hanya SMP dan SMA saja. SRT rintisan baru ada di Ponorogo dan Banyuwangi. Tapi SR yang permanen rencananya 18 SRT dan mudah-mudahan bisa menjadi bagian dari penguatan kualitas SDM di Indonesia khususnya kategori Desil 1 dan Desil 2,” jelasnya.
Saat ini, pembangunan SRT permanen direncanakan hadir di 18 lokasi di Jawa Timur. Sementara itu, SRT rintisan telah berjalan di Ponorogo dan Banyuwangi.
Khofifah juga menyebut seluruh pekerjaan pembangunan telah terukur dan terus dikebut. Ia optimistis progres fisik sekolah akan segera selesai sesuai target yang ditetapkan.
“Semua sudah terukur dan kerjanya tiga shif. Empat hari lagi insya Allah sudah 100 persen,” ucapnya.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SRT Sampang akan menampung 224 peserta didik. Jumlah itu terdiri atas 27 siswa SD, 108 siswa SMP, dan 89 siswa SMA, dengan tambahan siswa dari beberapa kabupaten di Madura Raya melalui skema titipan saat MPLS dimulai.
Penambahan itu meliputi 30 siswa SMP dari Pamekasan, 16 siswa SD dan 30 siswa SMP dari Bangkalan, serta 3 siswa SD dan 30 siswa SMP dari Sumenep. Seluruh rekrutmen dilakukan secara selektif dengan melibatkan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan relawan sosial agar tepat sasaran untuk keluarga desil 1 dan 2.
Khofifah memastikan kebutuhan kepala sekolah telah terpenuhi, sedangkan pemenuhan tenaga pendidik masih berjalan melalui sinergi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Sampang. Guru SMA direkrut melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, sedangkan guru SD dan SMP berasal dari pemerintah kabupaten setempat.
Setelah seluruh kebutuhan terpenuhi, para siswa akan memulai pembelajaran. Khofifah mengatakan MPLS Sekolah Rakyat Terpadu akan dimulai 31 Juli 2026, bersamaan dengan sejumlah SRT lain yang juga menggelar MPLS serentak.
“Itu sudah MPLS bersama-sama dengan sekolah yang lain tanggal 14 yang lalu dan yang lain ini insya Allah bersama-sama di tanggal 31 Juli 2026,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar