PAMEKASAN, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar Pasar Murah ke-84 di halaman Kantor Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (19/7). Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, mengendalikan inflasi, memperkuat daya beli masyarakat, sekaligus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sejak pagi, warga memadati lokasi pasar murah untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar. Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya area penjualan sejumlah komoditas yang menjadi kebutuhan sehari-hari.
Khofifah mengatakan, pasar murah merupakan bentuk intervensi pemerintah agar masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi yang dilakukan secara berkelanjutan di berbagai daerah di Jawa Timur.
“Setiap Selasa ada rakor bersama Mendagri soal inflasi maka sebetulnya bagian dari kita melakukan penetrasi dari kemungkinan terjadinya potensi inflasi. Kita terus keliling melakukan penjangkauan dan memaksimalkan penguatan daya beli masyarakat melalui pasar murah,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai komoditas dijual dengan harga subsidi. Beras premium dipasarkan Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per pak, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp32.000 per kilogram.
Menurut Khofifah, selisih harga dengan pasar cukup signifikan sehingga dapat membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Pada saat yang sama, kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen.
“Misalnya daging ayam di Pamekasan harga Rp39.000 sampai Rp40.000 per kilogram, kita menjual di sini Rp32.000 per kilogram. Lalu MinyaKita mungkin di pasar harganya sampai Rp16.000 per liter, di sini kita jual Rp13.000 per liter, kemudian gula harganya rata-rata Rp17.500 per kilogram, kita jual di sini Rp14.000 per kilogram,” jelasnya.
Ia menilai pasar murah menjadi salah satu cara memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli warga di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.
“Jadi pada dasarnya pasar murah sifatnya meluaskan penjangkauan kepada masyarakat. Mudah-mudahan daya beli mereka semakin kita siapkan di pasar murah, semakin terjangkau dan stabilisasi harga bisa kita lakukan,” tambahnya.
Pelaksanaan pasar murah juga dimanfaatkan sebagai sarana pemberdayaan UMKM. Berbagai produk lokal dipasarkan dalam kegiatan tersebut sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk mengenal sekaligus membeli produk unggulan daerah.
Khofifah menegaskan kehadiran UMKM dalam pasar murah bukan sekadar untuk meningkatkan penjualan. Kegiatan itu juga menjadi bagian dari proses pembinaan agar pelaku usaha lokal memiliki daya saing yang lebih kuat dan mampu memperluas pasar.
“Selalu ada UKM yang memberseiringi pasar murah untuk menguatkan posisi UKM di mana saja supaya UKM naik kelas,” katanya.
Ia menjelaskan, setiap penyelenggaraan pasar murah turut menjadi ruang kurasi produk UMKM. Produk yang dinilai memiliki kualitas dan potensi pasar akan mendapatkan pendampingan lebih lanjut dari pemerintah daerah.
“Tampak sederhana tapi ini adalah proses bagaimana kita saling melihat produk-produk UKM di setiap titik Pasar Murah sambil melakukan kurasi. Biasa ada satu-dua pack yang saya ambil lalu biasanya saya sendiri yang menjadi testernya,” terangnya.
Produk yang lolos kurasi selanjutnya akan memperoleh penguatan melalui pendampingan dari perangkat daerah terkait. Bahkan, pelaku UMKM berpeluang mengikuti misi dagang yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperluas akses pasar.
“Kemudian nanti ada tim dari Disperindag atau UKM yang akan melakukan penguatan pendampingan dan berikutnya di setiap misi dagang selalu ada pelaku UKM yang kita bawa untuk meluaskan pasar dari produk-produk UKM,” sebutnya.
Khofifah berharap pelaksanaan pasar murah secara berkelanjutan di berbagai kabupaten dan kota dapat memberikan manfaat ganda. Selain menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, program tersebut juga diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM.
Menurutnya, distribusi bahan pangan yang lebih mudah dijangkau masyarakat akan membantu menekan gejolak harga serta menjaga ketersediaan komoditas pokok di berbagai wilayah. Kondisi tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
“Dengan distribusi bahan pangan yang lebih mudah diakses masyarakat, diharapkan gejolak harga dapat ditekan dan ketersediaan komoditas pokok tetap terjaga di berbagai wilayah,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar