MATARAM, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat resmi mengoperasikan sistem Zero Down Time (ZDT) di kawasan Kantor Gubernur dan Pendopo NTB. Peresmian yang dilakukan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal pada 12 Desember 2025 ini menandai langkah strategis dalam memastikan layanan pemerintahan berjalan tanpa gangguan listrik, seiring meningkatnya ketergantungan pelayanan publik pada sistem digital dan teknologi informasi.
ZDT merupakan hasil kolaborasi Pemprov NTB dan PT PLN (Persero) yang dirancang untuk menjaga pasokan listrik tetap menyala meski terjadi gangguan pada salah satu jalur distribusi. Sistem ini dinilai krusial bagi pusat pemerintahan provinsi, yang menjadi simpul utama pengambilan kebijakan, koordinasi pelayanan, dan aktivitas administrasi masyarakat.
Acara peresmian di halaman Kantor Gubernur NTB dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Komisaris Independen PLN Ali Masykur Musa, Direktur Distribusi PLN Arsyadany G. Akmalaputri, General Manager PLN UIW NTB Sri Heny Purwanti, General Manager PLN UIP Nusra Rizki Aftarianto, Anggota DPD RI TGH. Ibnu Kholil, serta jajaran pejabat pemerintah daerah. Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya sinergi lintas institusi dalam penguatan infrastruktur energi di daerah.
Secara teknis, ZDT bekerja melalui konfigurasi jaringan tertutup yang memungkinkan alih suplai listrik secara otomatis tanpa jeda. Sistem ini didukung jaringan komunikasi berlapis, pusat kendali Distribution Control Center (DCC) Lombok, serta perangkat proteksi modern seperti kubikel, rectifier, dan jaringan tegangan menengah. Dengan desain tersebut, respons terhadap gangguan dapat dilakukan cepat dan presisi, tanpa memengaruhi aktivitas di kawasan pemerintahan.
Direktur Distribusi PLN Arsyadany G. Akmalaputri menegaskan bahwa keandalan listrik di pusat pemerintahan adalah standar mutlak. “Kantor Gubernur sebagai pusat pelayanan publik kelas terbaik harus disuplai oleh kelistrikan terbaik. PLN berkomitmen menghadirkan pengelolaan distribusi modern yang andal. Listrik adalah fondasi dan gambaran bagaimana NTB bergerak menjadi destinasi dunia,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Komisaris Independen PLN Ali Masykur Musa. Menurutnya, kolaborasi antara PLN dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan program ini. “Terima kasih atas sinergi yang kuat dalam menghadirkan pelayanan kelistrikan terbaik. Dengan listrik yang andal, roda kehidupan dan pelayanan publik dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyebut implementasi ZDT sebagai pencapaian penting bagi daerah. “Pahlawan NTB hari ini adalah dukungan luar biasa dari PLN. Terima kasih atas komitmen dan kolaborasi yang terus diberikan bagi NTB. Ini langkah maju yang sangat berarti,” tegasnya.
Ia menambahkan, ZDT tidak hanya berdampak pada stabilitas layanan pemerintahan, tetapi juga sejalan dengan visi besar integrasi energi kawasan timur Indonesia. “Ini bukan sekadar soal keandalan listrik. ZDT merupakan bagian dari dukungan nyata menuju Super Grid Bali–NTB–NTT, yang akan memperkuat posisi NTB dalam sistem energi masa depan yang terhubung dan efisien,” ujarnya.
Dengan beroperasinya ZDT, risiko terhentinya pelayanan publik akibat gangguan listrik dapat ditekan secara signifikan. Ke depan, Pemprov NTB berharap model ini dapat diperluas ke fasilitas publik strategis lainnya sebagai fondasi pelayanan yang cepat, stabil, dan berkelanjutan.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin








