Gus Fawait Satukan 1.200 Nakes, Penanganan Stunting dan AKI-AKB Jember Satu Komando

Senin, 26 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember Gus Fawait saat memberikan arahan kepada 1.200 tenaga kesehatan di GOR PKPSO Kaliwates, Senin (26/1/2026). (Foto Dok Ho/Her-RadarBangsa.co.id)

Bupati Jember Gus Fawait saat memberikan arahan kepada 1.200 tenaga kesehatan di GOR PKPSO Kaliwates, Senin (26/1/2026). (Foto Dok Ho/Her-RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah strategis untuk menekan angka stunting serta Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI-AKB) yang masih tinggi. Bupati Jember Gus Fawait mengumpulkan sekitar 1.200 tenaga kesehatan (nakes) di GOR PKPSO Kaliwates, Senin (26/1/2026), sekaligus meluncurkan Program Jember Cinta Kesehatan Ibu dan Anak.

Dalam arahannya, Gus Fawait menegaskan bahwa stunting dan AKI-AKB merupakan persoalan serius yang membutuhkan penanganan luar biasa. Ia menyebut, dalam satu dekade terakhir Jember kerap berada di jajaran atas daerah dengan kasus stunting dan kematian ibu-bayi tertinggi di Jawa Timur.

“Selama ini penanganan berjalan sendiri-sendiri. Puskesmas, kecamatan, hingga dinas bekerja terpisah. Mulai hari ini, semuanya kita satukan dalam satu komando,” tegas Gus Fawait di hadapan ribuan nakes.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Jember membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Stunting, AKI, dan AKB. Satgas ini melibatkan lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan dan penyuluh KB, aparatur pemerintahan dari camat hingga desa, unsur pendidikan untuk pendataan yang akurat, serta dukungan TNI dan Polri guna memperkuat efektivitas pelaksanaan di lapangan.

Gus Fawait menargetkan penurunan signifikan angka stunting pada 2026. Lebih jauh, ia membidik Jember menjadi daerah dengan prevalensi stunting terendah di Jawa Timur pada periode 2029–2030.

Untuk memastikan program berjalan efektif dan bukan sekadar seremonial, evaluasi kinerja akan dilakukan setiap tiga bulan. Penilaian tersebut mencakup kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga kepala puskesmas.

“Salah satu indikator utama keberhasilan pejabat di Jember adalah kemampuan menurunkan stunting dan kematian ibu-anak di wilayahnya,” ujarnya.

Dari sisi anggaran, Bupati memastikan pengelolaan keuangan dilakukan secara terencana dan berdampak langsung kepada masyarakat. Ia menegaskan tidak akan ada pemborosan anggaran untuk kegiatan seremonial atau pelatihan yang tidak memberi hasil nyata.

Gus Fawait juga menjamin Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi tenaga kesehatan tidak akan dikurangi. Kebijakan ini diambil untuk menjaga motivasi dan kualitas pelayanan kesehatan di Jember.

“Kita ingin anggaran benar-benar dirasakan masyarakat. Pelayanan kesehatan harus membaik, bukan sekadar habis untuk seminar,” pungkas Gus Fawait.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru