SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Panitia Muktamar NU 2026, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, bertemu Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU yang juga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (12/7/2026). Pertemuan itu difokuskan untuk memperkuat sinergi dalam persiapan Muktamar NU 2026 yang akan berlangsung di Jombang pada 27–31 Agustus mendatang.
Gus Ipul mengatakan waktu persiapan yang tersisa sekitar 45 hari harus dimanfaatkan secara maksimal melalui koordinasi dan kolaborasi antara PBNU, pemerintah daerah, serta seluruh elemen Nahdlatul Ulama.
“Persiapan yang singkat ini perlu koordinasi dan kolaborasi antara PBNU, pemerintah daerah, serta seluruh unsur NU, baik di tingkat wilayah maupun cabang,” ujarnya.
Menurut Gus Ipul, panitia terus mematangkan berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari perencanaan teknis hingga koordinasi dengan pemerintah daerah. Kepanitiaan juga melibatkan PWNU Jawa Timur, seluruh PCNU se-Jawa Timur, panitia lokal Pondok Pesantren Tambakberas, serta PCNU Jombang.
“Persiapan muktamar terus dilakukan. Waktu yang tersisa sekitar 45 hari kami manfaatkan untuk mematangkan perencanaan. Kepanitiaan juga melibatkan PWNU Jawa Timur, seluruh PCNU se-Jawa Timur, panitia lokal Pondok Pesantren Tambakberas, serta PCNU Jombang,” jelasnya.
Ia menegaskan dukungan pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh rangkaian Muktamar NU berjalan lancar, aman, dan tertib.
“Kami membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan Forkopimda,” tambahnya.
Pertemuan Gus Ipul dan Khofifah berlangsung di sela persiapan pelantikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi. Turut hadir Ketua MUI Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah bersama sejumlah tokoh dan kiai.
PBNU berharap sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur semakin kuat sehingga pelaksanaan Muktamar NU 2026 di Jombang dapat berjalan sukses. Muktamar tersebut menjadi momentum penting bagi Nahdlatul Ulama untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah perjalanan organisasi ke depan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar