MALANG, RadarBangsa.co.id – Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib menghadiri Haul KH Mas Abu Amar bin Abu Hasan ke-34 yang digelar di Pondok Pesantren Darul Mustofa, Kecamatan Lawang, Minggu (2/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri para masyayikh, alim ulama, habaib, dzurriyah dan keluarga besar Almarhum KH Mas Abu Amar, jajaran Pemerintah Kabupaten Malang, Forkopimcam Lawang, pengurus Yayasan Pondok Pesantren Darul Mustofa, tokoh masyarakat, para santri, serta jamaah.
Dalam sambutannya, Lathifah Shohib menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada keluarga besar Almarhum KH Mas Abu Amar beserta panitia yang terus menjaga tradisi haul sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama sekaligus menjaga kesinambungan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Ia menilai haul tidak sekadar menjadi agenda mengenang sosok yang telah wafat, melainkan menjadi momentum meneladani perjuangan ulama, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada generasi penerus.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya menyampaikan penghormatan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar KH Mas Abu Amar serta seluruh panitia yang dengan penuh keikhlasan terus menjaga tradisi haul sebagai ikhtiar mengenang jasa para ulama sekaligus merawat mata rantai ilmu, akhlak, dan perjuangan Islam dari generasi ke generasi,” kata Lathifah.
Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga warisan ilmu dan akhlak para ulama. Menurutnya, kemuliaan seseorang tidak hanya diukur dari apa yang dimiliki, tetapi juga dari ilmu yang diamalkan serta akhlak yang menjadi teladan bagi sesama.
Lathifah menjelaskan persatuan dan ukhuwah Islamiyah harus terus dipelihara melalui kebersamaan antara keluarga, santri, ulama, dan masyarakat. Kebersamaan tersebut dinilai menjadi kekuatan penting dalam menjaga kerukunan serta keharmonisan kehidupan sosial.
Ia juga menekankan pentingnya menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat sebagaimana dicontohkan para kiai yang selama ini menjadi peneduh, pembimbing, sekaligus penggerak lahirnya masyarakat religius, rukun, dan penuh kepedulian.
Menurutnya, keluarga memiliki peran sebagai tempat pertama menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi penerus. Keteladanan orang tua, pendidikan agama, dan doa yang terus dipanjatkan menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter anak yang berakhlak mulia.
“Keluarga menjadi tempat pertama menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi penerus melalui keteladanan, pendidikan agama, dan doa yang terus dipanjatkan,” ujarnya.
Lathifah mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan Almaghfurlah KH Mas Abu Amar agar seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dilapangkan alam kuburnya, serta ditempatkan bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh.
Ia berharap pelaksanaan haul tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa para ulama, tetapi juga mempererat silaturahmi, menumbuhkan kecintaan masyarakat kepada ulama, serta memperkokoh semangat bersama dalam membangun Kabupaten Malang yang religius, rukun, damai, maju, dan penuh keberkahan.
“Kami berharap pelaksanaan haul ini semakin mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan kecintaan kepada para ulama, serta memperkokoh semangat membangun Kabupaten Malang yang religius, rukun, damai, maju, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar