Hancur Harapan Petani Modo Lamongan, Banjir Luluhlantakkan Ratusan Hektare Sawah

Rabu, 14 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir merendam area persawahan dan jalan desa di Kecamatan Modo, Lamongan, Selasa (13/5/2025) (ist)

Banjir merendam area persawahan dan jalan desa di Kecamatan Modo, Lamongan, Selasa (13/5/2025) (ist)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, pada Senin malam (12/5), memicu banjir yang merendam tiga desa. Luapan air sungai menggenangi Desa Kedungrejo, Sambangrejo, dan Karangpilang, serta meluas ke area lahan persawahan warga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Joko Nursiyanto, menyebut tingginya curah hujan di kawasan hulu, khususnya di Desa Yungyang, Pule, dan sekitarnya, sebagai pemicu utama terjadinya banjir.

“Curah hujan yang sangat tinggi di wilayah Desa Yungyang, Pule, dan sekitarnya menyebabkan volume air sungai meningkat drastis dan meluap ke arah desa Kedungrejo, Sambangrejo, dan Karangpilang,” terang Joko kepada *Radarbangsa*, Selasa (13/5).

Joko menyebutkan bahwa fenomena banjir di wilayah tersebut bukan hal baru. Pola aliran air setiap musim hujan cenderung mengarah ke desa-desa tersebut, membuat warga sudah cukup akrab dengan ancaman banjir tahunan.

“Banjir ini sudah menjadi hal yang biasa bagi sebagian besar warga Sambangrejo, terutama ketika intensitas curah hujan sangat tinggi. Dampak yang paling terasa adalah terganggunya akses jalan antar desa dan terendamnya areal persawahan warga,” tambahnya.

Lebih mengkhawatirkan, kata Joko, adalah ancaman kerusakan tanaman padi yang saat ini baru berumur sekitar 40 hari. Genangan air yang bertahan lebih dari seminggu berpotensi merusak tanaman dan menyebabkan gagal panen.

“Kami berharap dan berdoa agar air segera surut, sehingga para petani tidak mengalami kerugian besar akibat kondisi cuaca ekstrem ini,” ujarnya dengan nada prihatin.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem diprediksi masih akan melanda wilayah Jawa Timur, termasuk Lamongan, hingga 17 Mei mendatang. BPBD pun mengimbau para camat dan kepala desa untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kami mengharapkan seluruh warga Lamongan untuk tetap waspada dan selalu memantau informasi terkini mengenai kondisi cuaca. Langkah ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan atau bencana hidrometeorologi lainnya,” tutup Joko.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru