LUBUKLINGGAU, RadarBangsa.co.id – Dorongan perubahan di tubuh PDAM Tirta Bukit Sulap kian menguat. Di tengah keluhan yang tak kunjung reda soal distribusi air bersih, nama Feri Isrop mulai disebut-sebut warga sebagai sosok yang dinilai layak membawa pembenahan nyata.
Bagi pelanggan, persoalan air bukan lagi sekadar gangguan teknis. Di sejumlah wilayah, pasokan disebut kerap terhenti berhari-hari dan langsung berdampak pada aktivitas rumah tangga, dari mandi hingga kebutuhan dapur.
Sumarni, warga Kelurahan Jogoboyo, Kecamatan Lubuk Linggau Utara II, mengaku kecewa karena air PDAM di wilayahnya kembali macet tanpa kepastian. Ia menilai PDAM butuh pemimpin baru yang lebih dekat dengan kebutuhan warga.
“Kami berharap ke depan ada pemimpin yang mampu mengatasi persoalan air yang saat ini kami alami. Kami melihat sosok seperti Feri Isrop, sebagai putra daerah yang masih muda, memiliki semangat dan energi baru,” ujar Sumarni.
Nada serupa datang dari Asit Lubing, warga Simpang Periuk, Kelurahan Marga Mulya. Ia menilai masalah yang berulang selama ini tak cukup hanya dijawab dengan janji, tetapi harus diselesaikan lewat keputusan yang tegas.
“Kami berharap dan mendoakan semoga Feri Isrop dapat dipercaya memimpin PDAM Tirta Bukit Sulap sehingga berbagai persoalan yang selama ini belum terselesaikan bisa mendapatkan solusi yang nyata,” katanya, Jumat (29/5/2026).
Keluhan pelanggan tidak berhenti pada aliran air yang tersendat. Warga juga menyoroti lambatnya respons terhadap aduan, kualitas layanan, dan menurunnya kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah itu.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat berharap PDAM Tirta Bukit Sulap tidak lagi berjalan seperti sekarang. Mereka ingin perusahaan pelayanan publik itu berubah menjadi institusi yang lebih profesional, transparan, dan cepat merespons kebutuhan pelanggan.
Harapan itu kini tertuju pada figur yang dianggap mampu membawa energi baru. “Bagi warga, perubahan di PDAM bukan hanya soal nama pemimpin, tetapi soal hak dasar mereka atas air bersih yang terus terancam,”pungkasnya.
Penulis : Separi
Editor : Zainul Arifin


















Komentar