Harga Gabah di Lamongan Tembus Rp7.000, Petani Sumringah Sambut Panen Raya Musim Kedua

Selasa, 8 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pak Yes pantau langsung panen raya di Pucuk. Harga gabah menguntungkan petani, jadi momentum kuat dorong swasembada pangan. | Dok Foto Ho/RadarBangsa

Pak Yes pantau langsung panen raya di Pucuk. Harga gabah menguntungkan petani, jadi momentum kuat dorong swasembada pangan. | Dok Foto Ho/RadarBangsa

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Para petani di Kabupaten Lamongan tengah menikmati berkah panen raya padi musim tanam kedua. Harga gabah kering panen (GKP) tercatat melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. Di tingkat petani, harga gabah saat ini berada di kisaran Rp7.000 per kilogram, bahkan di beberapa wilayah selatan mencapai Rp7.300 per kilogram.

Kondisi tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menghadiri panen raya di Desa Kedali, Kecamatan Pucuk, Selasa (8/7/2025). Ia menyebutkan bahwa musim panen kali ini menunjukkan hasil yang menggembirakan berkat dukungan cuaca, irigasi, serta ketersediaan pupuk yang memadai.

“Padinya mentes, tidak ada hama, pupuk lancar, airnya juga ada. Harganya pun bagus. Di daerah selatan bahkan ada yang tembus Rp7.300. Memang panen raya kedua ini sudah berlangsung di beberapa tempat, dan rata-rata hasilnya bagus tahun ini,” ujar Yuhronur yang akrab disapa Pak Yes.

Pemerintah Kabupaten Lamongan sendiri menargetkan luas tanam padi tahun 2025 mencapai 192.373 hektare, dengan luas baku sawah sekitar 96.805 hektare. Untuk menjaga ketersediaan pangan, Pak Yes mendorong pemanfaatan musim tanam ketiga (MT III) di wilayah-wilayah yang memungkinkan.

“Pemerintah terus mendorong penggunaan bibit genjah seperti Inpari 32 agar masa tanam lebih cepat. Pupuk terus kami sediakan, saluran irigasi sekunder dan tersier kita benahi, serta waduk-waduk besar kita normalisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan, Mugito, menjelaskan bahwa hingga 7 Juli 2025, capaian Luas Tambah Tanam (LTT) telah mencapai 49,6 persen dari target, atau sekitar 95.425 hektare.

“Sampai tanggal 7 kemarin, LTT kita sudah di angka 49,6 persen. Hari ini kemungkinan bertambah karena di beberapa titik, termasuk Desa Kedali, juga sedang panen,” ungkapnya.

Mugito juga menyampaikan bahwa luas lahan yang telah dipanen hingga saat ini mencapai sekitar 110.000 hektare, dengan total produksi gabah mencapai 817.000 ton.

“Untuk Kedali sendiri, panen ini dibantu oleh pemerintah melalui dukungan bibit dan pupuk cair. Kita perlu kerja keras bersama, karena kondisi musim bagus dan air cukup. Harapan kami, para petani segera bersiap menyambut LTT berikutnya,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru