SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Peringatan Hari Air Sedunia 2026 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menegaskan komitmen terhadap pengelolaan air berkelanjutan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyoroti pentingnya akses air bersih yang merata sebagai hak dasar masyarakat.
Dalam peringatan yang jatuh setiap 22 Maret tersebut, Khofifah menekankan bahwa isu air tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar, tetapi juga berdampak pada kesetaraan gender, khususnya bagi perempuan dan anak perempuan.
Khofifah menjelaskan bahwa keterbatasan akses air bersih masih menjadi tantangan global yang serius. Ia mengungkapkan, sekitar 2,2 miliar penduduk dunia saat ini hidup di wilayah dengan keterbatasan air, dan jumlah tersebut diproyeksikan meningkat signifikan.
Menurutnya, kondisi ini tidak hanya berdampak pada kebutuhan konsumsi, tetapi juga memengaruhi sektor pangan. Krisis air berpotensi menurunkan produksi pangan, meningkatkan harga, hingga memicu kerawanan pangan dan kemiskinan, terutama bagi kelompok rentan.
Lebih lanjut, Khofifah mengaitkan isu ini dengan tema global Hari Air Sedunia tahun ini, yakni “Water and Gender – Where Water Flows, Equality Grows”. Tema tersebut menegaskan bahwa akses air bersih memiliki hubungan erat dengan upaya mewujudkan kesetaraan sosial.
“Hari Air Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran bahwa air bersih adalah hak asasi manusia. Ketika akses air tersedia secara adil, maka kesempatan untuk hidup sehat dan produktif juga terbuka luas,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, perempuan dan anak perempuan kerap menjadi pihak yang paling terdampak dalam kondisi keterbatasan air. Karena itu, pendekatan berbasis hak dinilai penting untuk memperkuat peran perempuan dalam pengelolaan sumber daya air.
“Ketika perempuan dilibatkan secara setara, maka layanan air akan menjadi lebih inklusif, efektif, dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Khofifah juga menyinggung peran organisasi internasional dalam mendorong pengelolaan air berbasis sains. Program seperti pengelolaan hidrologi dan penilaian sumber daya air global menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan krisis air.
Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan berbagai upaya strategis. Mulai dari pembangunan infrastruktur air bersih, penguatan konservasi sumber daya air, hingga edukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan.
Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan keberlanjutan sumber daya air sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Mengakhiri pernyataannya, Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga kelestarian air sebagai sumber kehidupan.
“Mari kita jaga air dengan bijak dan berkeadilan. Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga memastikan masa depan yang lebih sehat dan setara bagi generasi mendatang,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar