Hari Buku Sedunia 2026: Khofifah Genjot Literasi Lawan Hoaks

Kamis, 23 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak penguatan literasi, Rabu (23/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak penguatan literasi, Rabu (23/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan penguatan literasi sebagai agenda strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM). Momentum Hari Buku Sedunia 2026 dimanfaatkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mendorong budaya membaca sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap hoaks dan disinformasi.

Langkah ini dinilai penting di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap tidak terverifikasi. Rendahnya literasi bukan hanya berdampak pada pendidikan, tetapi juga berpotensi memicu kesalahan persepsi publik hingga gangguan stabilitas sosial.

“Literasi hari ini bukan sekadar membaca, tetapi kemampuan memahami, menganalisis, dan menyaring informasi secara bijak agar masyarakat tidak mudah terpapar hoaks,” tegas Khofifah, Rabu (23/4/2026).

Ia menyebut, buku tetap menjadi instrumen utama dalam membangun pola pikir kritis. Melalui membaca, masyarakat dapat memperluas wawasan, memahami berbagai perspektif, serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

“Buku adalah jendela dunia. Dari membaca, kita bisa memahami peradaban tanpa harus berpindah tempat,” ujarnya.

Khofifah menekankan, penguatan literasi bukan program jangka pendek, melainkan kebijakan berkelanjutan yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Mulai dari keluarga, sekolah, hingga komunitas memiliki peran penting dalam membentuk budaya membaca.

Data Perpustakaan Nasional menunjukkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jawa Timur tahun 2025 mencapai 56,29. Angka ini menunjukkan tren positif, namun masih membutuhkan percepatan agar manfaatnya merata hingga ke pelosok daerah.

Sebagai respons, Pemprov Jatim terus memperluas akses layanan literasi melalui berbagai program. Di antaranya penguatan perpustakaan desa, sekolah, dan lembaga pemasyarakatan, serta peningkatan kualitas koleksi dan tenaga pustakawan.

Kebijakan ini bertujuan memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki akses yang sama terhadap sumber pengetahuan. Dengan begitu, kesenjangan literasi antarwilayah dapat ditekan.

Selain layanan konvensional, inovasi juga dilakukan melalui mobil perpustakaan keliling, program dongeng untuk anak, hingga tur edukasi perpustakaan. Upaya ini dirancang agar literasi lebih dekat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin literasi hadir secara menarik dan menyenangkan, terutama bagi anak-anak agar tidak hanya bergantung pada gadget,” jelasnya.

Dari sisi dampak, penguatan literasi diyakini mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja, memperkuat ekonomi berbasis pengetahuan, hingga memperbaiki kualitas demokrasi melalui masyarakat yang lebih kritis dan rasional.

Khofifah juga menyoroti pentingnya adaptasi literasi di era digital. Ia mendorong pemanfaatan e-book dan audiobook sebagai bagian dari transformasi layanan publik berbasis teknologi.

Menurutnya, kemampuan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam arus informasi palsu yang beredar luas di media sosial.

“Ini bukan hanya soal membaca, tetapi bagaimana masyarakat mampu memilah informasi yang benar dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Melalui momentum Hari Buku Sedunia, Khofifah mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan membaca secara konsisten. Ia menilai perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana.

“Mari kita biasakan membaca setiap hari. Dari kebiasaan kecil itu akan lahir SDM yang unggul dan berdaya saing global,” ajaknya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa kekuatan literasi akan menentukan masa depan bangsa. Semakin tinggi tingkat literasi, semakin kuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan global.

“Literasi adalah fondasi kemajuan. Tanpa itu, sulit bagi kita untuk bersaing di tingkat dunia,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Berita Terbaru