JOMBANG, RadarBangsa.co.id – Aksi lokal di Kabupaten Jombang bergerak selaras dengan agenda lingkungan di tingkat nasional dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Selepas melakukan aksi bersih-bersih di Pasar Ploso dan kegiatan “Rampok Kresek” di kawasan Sub Terminal Ploso, jajaran Pemerintah Kabupaten Jombang bersama para peserta kegiatan mengikuti teleconference (Zoom) yang digelar Pemerintah Pusat.
Dalam zoom nasional tersebut, pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi multipihak atau pentahelix untuk mempercepat target penurunan emisi karbon global. Pemerintah Pusat juga mengapresiasi gerakan-gerakan akar rumput di berbagai daerah, termasuk aksi yang dilakukan di Sub Terminal dan Pasar Ploso Jombang, sebagai pilar penting dalam mewujudkan ketahanan iklim nasional dan transisi menuju energi bersih.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang mengatakan, aksi nyata di tingkat daerah menjadi bagian penting dalam mendukung kebijakan lingkungan secara nasional.
” Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan. Melalui aksi bersih pasar, pengurangan sampah plastik, dan gerakan Rampok Kresek, kami ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga lingkungan harus dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan setiap hari,” ujarnya.
Pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, pemerintah juga meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Gerakan ini diharapkan menjadi momentum nasional untuk menanamkan nilai – nilai ekologis sebagai gaya hidup masyarakat Indonesia, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga ruang publik.
Bupati Jombang menegaskan bahwa keberhasilan menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KLH/BPLH) mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mengambil peran nyata dalam menjaga lingkungan. Langkah sederhana seperti mengurangi sampah, menanam pohon, menghemat energi, menggunakan transportasi ramah lingkungan, serta mendukung berbagai aksi berbasis alam dapat menjadi kontribusi penting bagi masa depan bumi.
Melalui sinergi antara kebijakan pusat dan aksi nyata di daerah, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial, melainkan menjadi momentum titik balik bagi seluruh masyarakat Jombang untuk menjaga bumi pertiwi demi generasi masa depan.
Penulis : Budiono
Editor : Zainul Arifin


















Komentar