SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta pelaku usaha, BUMD, koperasi, UMKM, hingga penyelenggara pelayanan publik menempatkan kebutuhan dan kepuasan pelanggan sebagai bagian utama dalam memberikan layanan. Pesan itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Pelanggan Nasional 2026 di Surabaya, Jumat (4/9).
Hari Pelanggan Nasional tahun ini mengusung semangat “Senyum Pelanggan, Senyumku Juga” dan ThinkCustomer. Khofifah menilai pelanggan tidak semestinya dipandang hanya sebagai penerima barang atau layanan, melainkan sebagai mitra yang perlu didengar, dihargai, dilindungi, dan dilayani dengan baik.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan selamat Hari Pelanggan Nasional 2026. Momentum ini mengingatkan kita bahwa pelanggan bukan sekadar penerima produk atau layanan, tetapi mitra yang harus didengar, dihargai, dilindungi, dan dilayani sepenuh hati,” ujar Khofifah di Surabaya, Jumat (4/9).
Menurut Khofifah, kepuasan pelanggan berkaitan erat dengan kualitas pelayanan. Layanan yang ramah, cepat, responsif, memberikan kepastian, serta didukung produk berkualitas menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
“Senyum pelanggan lahir ketika mereka mendapatkan produk berkualitas, harga yang wajar, informasi yang jujur, serta pelayanan yang cepat dan penuh empati. Ketika pelanggan tersenyum, di situlah tumbuh kepercayaan yang akan menguatkan usaha dan perekonomian,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, penerapan prinsip ThinkCustomer berarti penyedia layanan harus mampu melihat seluruh proses dari perspektif pelanggan. Tanggung jawab pelayanan juga tidak berhenti setelah transaksi berlangsung, tetapi diteruskan melalui penanganan keluhan, evaluasi, dan perbaikan secara konsisten.
“Berorientasi kepada pelanggan berarti bersedia mendengar, memahami kebutuhan, merespons keluhan, dan terus berinovasi. Masukan pelanggan jangan dipandang sebagai beban, tetapi sebagai bahan penting untuk meningkatkan kualitas,” tegasnya.
Perubahan perilaku konsumen di tengah perkembangan teknologi digital turut menjadi perhatian. Khofifah menyebut pelanggan kini semakin kritis dan memiliki banyak pilihan sehingga kecepatan pelayanan perlu berjalan beriringan dengan akurasi, keamanan, transparansi, serta perlindungan hak konsumen.
Prinsip tersebut, kata dia, juga berlaku dalam pelayanan publik. Masyarakat sebagai pengguna layanan berhak mendapatkan pelayanan yang mudah diakses, cepat, transparan, inklusif, dan tidak diskriminatif.
“Pelayanan publik dan pelayanan usaha memiliki satu kesamaan, yaitu kepercayaan. Sekali kepercayaan tumbuh, hubungan akan semakin kuat. Karena itu, setiap petugas pelayanan harus hadir dengan kompetensi, keramahan, dan empati,” tuturnya.
Komitmen Jawa Timur dalam memperkuat keberdayaan konsumen tercermin melalui peningkatan Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) selama empat tahun berturut-turut. IKK Jawa Timur tercatat 55,40 pada 2022, kemudian meningkat menjadi 59,17 pada 2023, 62,68 pada 2024, dan mencapai 66,34 pada 2025.
Dalam periode 2022–2025, IKK Jawa Timur meningkat 10,94 poin. Menurut Khofifah, kenaikan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kemampuan masyarakat dalam memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen.
“Peningkatan IKK ini patut kita syukuri. Konsumen Jawa Timur semakin cerdas, kritis, dan berdaya. Hal ini sekaligus menjadi dorongan bagi seluruh pelaku usaha dan penyedia layanan agar terus meningkatkan standar kualitas, keamanan, dan transparansi,” jelasnya.
Khofifah juga mengaitkan penguatan pelayanan pelanggan dengan pengembangan ekonomi kerakyatan. Ia mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menerapkan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan tidak berhenti sebagai tempat transaksi. Koperasi juga didorong menjadi pusat ekonomi masyarakat yang menyediakan produk lokal berkualitas dengan harga terjangkau serta memberikan pelayanan secara ramah dan profesional.
“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih harus tumbuh menjadi ruang ekonomi yang dipercaya masyarakat. Produknya berkualitas, harganya terjangkau, pengelolaannya transparan, dan pelayanannya dilakukan dengan hati,” pesannya.
Menurutnya, kepuasan pelanggan dapat mendorong masyarakat kembali berbelanja di koperasi sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi produk unggulan desa dan UMKM lokal. Perputaran ekonomi tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
“Dari desa untuk Indonesia. Ketika masyarakat mencintai dan membeli produk lokal, yang tumbuh bukan hanya usahanya, tetapi juga lapangan kerja, pendapatan keluarga, dan kemandirian ekonomi desa,” katanya.
Khofifah turut mengajak masyarakat menjadi konsumen yang cerdas dengan memilih produk berkualitas, mencermati informasi, menyampaikan keluhan melalui jalur yang tepat, serta memberikan apresiasi terhadap pelayanan yang baik.
Pada saat bersamaan, pelaku usaha, koperasi, UMKM, BUMD, dan penyelenggara pelayanan publik diminta terus melakukan inovasi dan membangun budaya pelayanan yang ramah, responsif, serta berorientasi pada solusi.
“Hari Pelanggan Nasional bukan sekadar peringatan tahunan. Ini adalah momentum untuk memperkuat komitmen bahwa setiap pelanggan berhak mendapatkan pengalaman pelayanan terbaik,” ujarnya.
“Mari hadirkan pelayanan yang membuat pelanggan merasa didengar, dihargai, dan dilindungi. Karena senyum pelanggan adalah cerminan kualitas pelayanan sekaligus energi untuk menggerakkan perekonomian Jawa Timur,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar