Harkonas 2026: Khofifah Tegaskan Konsumen Terlindungi Jadi Pilar Ekonomi Menuju Indonesia Emas

Senin, 20 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat Peringatan Hari Konsumen Nasional 2026 di Surabaya, Senin (20/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat Peringatan Hari Konsumen Nasional 2026 di Surabaya, Senin (20/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2026 di Surabaya menjadi momentum penting bagi penguatan perlindungan masyarakat sebagai pengguna barang dan jasa. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, konsumen yang cerdas, kritis, dan terlindungi merupakan fondasi utama pertumbuhan ekonomi yang sehat serta berkeadilan.

Pernyataan itu disampaikan Khofifah dalam peringatan Harkonas 2026 bertema Perlindungan Konsumen Menuju Indonesia Emas di Surabaya, Senin (20/4). Menurutnya, isu perlindungan konsumen kini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menyangkut langsung kepercayaan publik dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
“Hari Konsumen Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk meneguhkan bahwa konsumen yang berdaya dan terlindungi adalah kunci penguatan ekonomi menuju Indonesia Emas,” ujar Khofifah.

Bagi masyarakat, perlindungan konsumen berpengaruh langsung terhadap kualitas layanan, keamanan produk, hingga kepastian transaksi. Ketika pengawasan berjalan baik, warga lebih aman dari barang bermasalah, penipuan digital, maupun praktik usaha yang merugikan.
Khofifah memaparkan, komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat posisi konsumen terlihat dari kenaikan Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) dalam empat tahun terakhir. Pada 2022, IKK Jawa Timur berada di angka 55,40, naik menjadi 59,17 pada 2023, lalu 62,68 pada 2024, dan meningkat lagi menjadi 66,34 pada 2025.

Kenaikan itu menunjukkan semakin banyak masyarakat memahami hak dan kewajiban saat bertransaksi. Konsumen juga dinilai makin selektif memilih produk, membandingkan kualitas, serta berani menyampaikan keluhan ketika dirugikan.

“Ini menunjukkan bahwa konsumen Jawa Timur semakin cerdas, semakin sadar akan hak dan kewajibannya, serta semakin selektif dalam menentukan pilihan,” jelasnya.

Khofifah menilai penguatan konsumen juga penting untuk menopang posisi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. Sebagai pusat distribusi, perdagangan, dan industri, Jatim membutuhkan pasar yang sehat dengan hubungan seimbang antara pelaku usaha dan pembeli.

Jika konsumen kritis dan terlindungi, pelaku usaha akan terdorong meningkatkan kualitas produk, transparansi harga, serta inovasi layanan. Dampaknya bukan hanya pada perlindungan warga, tetapi juga memperkuat daya saing usaha lokal di tengah persaingan nasional maupun global.

“Sebagai Gerbang Baru Nusantara, Jawa Timur harus didukung oleh konsumen yang kuat. Konsumen yang cerdas akan mendorong pelaku usaha untuk lebih bertanggung jawab, inovatif, dan berdaya saing,” tegasnya.

Di tengah pesatnya ekonomi digital, Khofifah juga menyoroti urgensi literasi konsumen. Maraknya belanja online, pinjaman digital, hingga layanan berbasis aplikasi menuntut masyarakat lebih waspada membaca syarat layanan, memeriksa legalitas, dan menjaga data pribadi.

Menurutnya, edukasi publik harus diperluas agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu mengambil keputusan ekonomi secara cerdas dan aman.

“Kepercayaan adalah modal utama dalam aktivitas ekonomi. Karena itu, perlindungan konsumen harus terus diperkuat melalui regulasi, edukasi, dan pengawasan yang berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan peningkatan IKK tidak lepas dari kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting agar perdagangan berjalan transparan, akuntabel, dan memberi manfaat nyata bagi warga.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk terus memperkuat konsumen yang berdaya dan terlindungi, sebagai fondasi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara sekaligus menuju Indonesia Emas yang maju, adil, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru