Haul Mbah Kyai Kalam Satukan Ribuan Warga Sidoarjo, Mimik Ajak Jaga Akidah

Minggu, 19 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana berziarah sebelum Haul ke-69 Mbah Kyai Kalam di Porong, Sabtu (18/7). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana berziarah sebelum Haul ke-69 Mbah Kyai Kalam di Porong, Sabtu (18/7). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Ribuan warga memadati halaman Masjid Al-Kalam, Kelurahan Juwetkenongo, Kecamatan Porong, Sabtu (18/7) malam, untuk mengikuti Haul ke-69 Al-Maghfurlah Mbah Kyai Kalam dan para sesepuh Juwetkenongo. Tradisi tahunan itu menjadi ruang kebersamaan sekaligus pengingat atas warisan keagamaan yang ditinggalkan para ulama setempat.

Warga dari tiga dukuh, yakni Juwet, Gondang, dan Kenongo, larut dalam suasana khidmat. Doa dan shalawat mengiringi penghormatan kepada Mbah Kyai Kalam beserta para sesepuh yang selama ini dianggap meletakkan dasar kehidupan sosial dan religius masyarakat Juwetkenongo.

Sebelum rangkaian haul dimulai, Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana berziarah ke makam Mbah Kyai Kalam yang berada di samping Masjid Al-Kalam. Dari sana, ia menegaskan pentingnya menjaga ajaran ulama sebagai pegangan hidup di tengah perubahan zaman.

“Kita patut mendoakan beliau-beliau ini. Ilmu dan pelajaran beliau masih menjadi pegangan kita sampai saat ini,” ujar Mimik.

Ia menilai haul bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali nilai yang diwariskan para pendahulu. Menurut dia, tiga hal yang perlu terus dijaga adalah mendoakan, meneladani, dan meneruskan ajaran ulama, termasuk tradisi mengaji, bershalawat, dan berkhidmat kepada umat.

“Melalui haul seperti ini, mari kita jaga tiga hal, yaitu mendoakan, meneladani, dan meneruskan apa yang dulu beliau ajarkan, yakni mengaji, bershalawat, serta berkhidmat kepada umat dan bangsa,” katanya.

Mimik juga mengajak warga merawat persatuan dan mempererat silaturahmi melalui kegiatan keagamaan. Ia menekankan bahwa kebersamaan yang tumbuh dari tradisi haul menjadi modal penting untuk menjaga kerukunan sosial di tengah masyarakat.

Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya keyakinan yang kuat terhadap ajaran para ulama sebagai pewaris nabi. Menurutnya, pegangan itu menjadi benteng agar masyarakat tidak mudah terseret paham yang menyimpang dari nilai-nilai agama.

“Dengan keyakinan yang kuat, kita dapat kembali kepada keimanan kita yang hakiki,” tegasnya.

Haul ke-69 Mbah Kyai Kalam berlangsung penuh kekhidmatan dan menjadi ajang mempererat persaudaraan antarwarga. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa warisan spiritual para ulama masih hidup dan terus dijaga oleh masyarakat Juwetkenongo.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru