HCPSN 2025: Flora-Endemik Lamongan Dilestarikan

Jumat, 14 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penanaman tanaman endemik dan pelepasan burung Puter Pelung dalam peringatan HCPSN 2025 di kawasan Gadjah Mada, Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Penanaman tanaman endemik dan pelepasan burung Puter Pelung dalam peringatan HCPSN 2025 di kawasan Gadjah Mada, Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemkab Lamongan kembali memanfaatkan peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2025 sebagai ruang edukasi publik mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati di daerah. Kegiatan yang berlangsung Jumat (14/11) di kawasan Gadjah Mada itu menjadi penanda komitmen pemerintah daerah untuk merawat flora dan fauna endemik Lamongan yang selama ini menjadi bagian dari identitas ekologis wilayah pesisir dan pedalaman.

Sejak pagi, sejumlah pejabat daerah, pelajar, dan komunitas lingkungan berkumpul di lokasi peringatan. Mereka mengikuti rangkaian penanaman tanaman langka serta pelepasan burung-burung endemik yang selama ini terancam oleh alih fungsi lahan dan perubahan iklim. Langkah sederhana namun konsisten tersebut dipandang sebagai upaya memperkuat kembali hubungan masyarakat dengan lingkungan tempat mereka hidup.

Dalam kegiatan tersebut, beberapa tanaman khas Lamongan diperkenalkan kembali kepada masyarakat. Di antaranya Keben (Barringtonia asiatica) yang banyak tumbuh di kawasan pantai, Kecaci (Celosia argentea) yang menjadi ciri unik tanaman hias lokal, serta Kedondong (Spondias dulcis) yang telah lama dibudidayakan sebagai tanaman buah. Kehadiran tiga jenis flora ini mengingatkan publik bahwa kekayaan hayati Lamongan tidak hanya berada di kawasan konservasi, tetapi juga dekat dengan aktivitas harian warga.

Selain flora, pemerintah daerah juga menampilkan salah satu fauna yang menjadi kebanggaan masyarakat Lamongan, yakni Burung Puter Pelung (Streptopelia risoria). Burung yang dikenal lembut dengan suara mendayu ini selama bertahun-tahun dirawat dan dikembangbiakkan warga sebagai simbol harmoni dan ketenangan. Pelepasan burung tersebut menjadi pesan simbolik bahwa perlindungan satwa tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan masyarakat.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa HCPSN bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pintu masuk untuk membangun kesadaran ekologis secara berkelanjutan. Ia mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keberadaan puspa dan satwa lokal agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. “Peringatan HCPSN kita jadikan momentum untuk melestarikan keanekaragaman hayati, baik dari flora maupun fauna. Lamongan memiliki flora endemik dan fauna endemik, mari terus dilestarikan,” ujarnya seusai menanam pohon Keben.

Keseriusan Pemkab Lamongan dalam isu lingkungan dijelaskan lebih lanjut oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Andhy Kurniawan. Ia menyebut bahwa pemerintah telah menjalankan program prioritas bertajuk Lamongan Hijau, yang dirancang untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup secara sistematis. Program tersebut mencakup penanaman pohon pada ruang terbuka, penguatan edukasi lingkungan di sekolah, hingga kolaborasi dengan komunitas lokal untuk memetakan vegetasi dan satwa yang perlu dijaga.

Andhy menambahkan bahwa Lamongan Hijau diharapkan dapat menjadi payung besar bagi setiap kegiatan pelestarian alam di Lamongan—baik oleh pemerintah, masyarakat, maupun dunia pendidikan. Dengan pendekatan berkelanjutan itu, Pemkab Lamongan menargetkan terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tahan terhadap ancaman ekologis di masa mendatang.

Kegiatan HCPSN tahun ini akhirnya ditutup dengan ajakan bersama untuk menjaga kelestarian hayati Lamongan, yang diyakini menjadi dasar penting bagi kualitas hidup masyarakat di masa kini dan mendatang. pungkasnya

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru