LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Drs. M. S. Heruwidi, M.M., resmi menerima mandat sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) Kabupaten Lamongan. Penyerahan mandat berlangsung pada Senin, (15/06/2026), dan diserahkan langsung oleh Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA., M.EK. selaku Pelindung dan Pembina MATRA Lamongan.
Penunjukan itu menjadi langkah awal memperkuat struktur organisasi MATRA di tingkat daerah. Ketua DPW MATRA Jawa Timur, Kanjeng Pangeran Panji Srie Soeputro Jowo Uja Ciptonagoro, menegaskan bahwa kehadiran kepengurusan di Lamongan diharapkan memperkuat pelestarian adat dan kearifan lokal.
“Penunjukan ini diharapkan menguatkan sinergi pelestarian adat budaya dan kearifan lokal di daerah,” ujar Kanjeng Pangeran Panji Srie Soeputro Jowo Uja Ciptonagoro, yang juga dikenal sebagai Kanjeng Pangeran (KP) Cristian Sabilal Pussung Ciptonegoro.
Sementara itu, Yuhronur Efendi menekankan bahwa Masyarakat Adat Nusantara memiliki peran strategis dalam menjaga identitas budaya daerah. Menurut dia, pelestarian adat tidak hanya soal tradisi, tetapi juga berkaitan dengan arah pembangunan yang berkarakter dan berakar pada nilai lokal.
“Masyarakat Adat Nusantara punya peran jaga identitas budaya sekaligus dukung pembangunan daerah berkarakter,” tegas Yuhronur Efendi.
Heruwidi menyambut amanah tersebut dengan rasa syukur dan menyatakan siap menggerakkan MATRA Lamongan bersama masyarakat adat di berbagai wilayah. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPW MATRA Jatim Kanjeng Pangeran Panji Srie Soeputro Jowo Uja Ciptonagoro serta Bapak Bupati Lamongan Yuhronur Efendi selaku Pelindung dan Pembina Masyarakat Adat Nusantara Lamongan, Rahayu,” ujar Heruwidi yang juga menjabat Kepala BPKAD Kabupaten Lamongan.
Ke depan, mandat ini diharapkan menjadi pintu masuk penguatan jejaring, dokumentasi tradisi, dan advokasi masyarakat adat di 27 kecamatan di Kabupaten Lamongan.” Langkah tersebut dinilai penting agar pelestarian budaya tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, “tutupnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar