Ibu yang Viral karena Diduga Diusir Anak, Akhirnya Dipeluk Haru saat Dijemput Pulang

Jumat, 1 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Momen haru saat ibu Nortaji dipeluk anak-anaknya usai dijemput dari Griya Lansia Wajak, Kabupaten Malang, Kamis (31/7/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa)

Momen haru saat ibu Nortaji dipeluk anak-anaknya usai dijemput dari Griya Lansia Wajak, Kabupaten Malang, Kamis (31/7/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa)

PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id – Setelah sempat dirawat di Griya Lansia Wajak, Kabupaten Malang, seorang ibu asal Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, akhirnya dijemput pulang oleh ketiga anaknya. Proses penjemputan berlangsung haru dan penuh kehangatan, dengan pendampingan langsung dari jajaran Polres Probolinggo.

Langkah mediasi itu diinisiasi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Probolinggo, menyusul mencuatnya persoalan keluarga yang menyeret nama ibu Nortaji ke ranah publik. Ia sempat dibawa ke tempat penampungan lansia setelah diduga mengalami konflik dengan anak kandungnya.

Menyikapi situasi tersebut, polisi berupaya menjalin komunikasi persuasif dengan keluarga Nortaji. Hasilnya, ketiga anak kandung Nortaji akhirnya bersedia menjemput kembali sang ibu dan membawanya pulang ke rumah.

Penjemputan dilakukan langsung di Griya Lansia Wajak, Malang, Kamis (31/7/2025). Suasana emosional tak terhindarkan. Begitu bertemu, ketiga anak Nortaji memeluk ibunya erat sambil menyampaikan permohonan maaf. Isak tangis mengiringi pertemuan yang menyentuh itu.

“Hari ini kami mendampingi ketiga anak ibu Nortaji menjemput ibunya dari Griya Lansia. Harapannya, tidak ada lagi konflik di antara mereka,” ujar Kasi Humas Polres Probolinggo, Iptu Merdhania Pravita Shanty, kepada wartawan.

Muhammad, anak sulung Nortaji, menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang telah memfasilitasi proses mediasi hingga akhirnya sang ibu bisa kembali ke pangkuan keluarga.

“Terima kasih kepada Polres Probolinggo atas pendampingan dan mediasi yang diberikan. Kami sudah sepakat untuk bersama-sama merawat ibu. Karena itu kami datang langsung ke Malang untuk menjemput beliau,” tutur Muhammad.

Sementara itu, Nortaji yang sempat viral lantaran dugaan kekerasan dan penelantaran oleh anak kandungnya, tak kuasa menahan tangis. Ia langsung memeluk ketiga anak serta menantunya yang ikut menjemput.

Dengan suara lirih menggunakan bahasa Madura, Nortaji mengungkapkan keinginannya untuk kembali ke rumah.

“Sayang sarah kuleh, terro plemanah ka compok, terro akompolah pole. Toreh pleman pon nak,” ucapnya, yang berarti: “Saya sayang kalian, ingin pulang ke rumah, ingin berkumpul kembali. Ayo cepat pulang, Nak.”

Penulis : Nanang

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru