Institut Sabilillah Lamongan Didorong Jadi Penggerak SDM Daerah

Rabu, 9 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat mengisi kuliah umum PBAK Institut Sabilillah Lamongan, Rabu (9/9). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat mengisi kuliah umum PBAK Institut Sabilillah Lamongan, Rabu (9/9). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Institut Sabilillah Lamongan didorong mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah, terutama melalui penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Perguruan tinggi yang baru berdiri tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk ikut membangun ekosistem pendidikan sekaligus melahirkan SDM yang mampu menghadapi perubahan zaman.

Dorongan itu disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat mengisi kuliah umum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Institut Sabilillah Lamongan, Rabu (9/9), di Gedung Perkuliahan Institut Sabilillah Lamongan, Jalan Sumargo No. 1 A Tlogoanyar.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu mengapresiasi hadirnya perguruan tinggi baru di Lamongan. Menurutnya, bertambahnya perguruan tinggi akan memperkuat ekosistem pendidikan dan memiliki keterkaitan dengan kemajuan daerah.

“Selamat dan sukses. Saya berharap Institut Sabilillah Lamongan dapat memberikan kontribusi besar dalam pembangunan di Kabupaten Lamongan. Hadirnya Institut Sabilillah tentu akan membangkitkan pengembangan SDM untuk kemajuan daerah Lamongan,” tutur Pak Yes.

Kuliah umum tersebut sekaligus menjadi kegiatan perdana bagi mahasiswa Institut Sabilillah Lamongan. Pak Yes berharap mahasiswa angkatan pertama dapat menjadi motor penggerak sekaligus lokomotif perkembangan institut pada masa mendatang.

Ia menekankan bahwa perguruan tinggi tidak semata-mata menjadi tempat menambah pengetahuan. Kampus juga harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun kemampuan berpikir, mengambil keputusan, beradaptasi, serta membiasakan diri untuk terus belajar.

Pesan itu dinilai penting karena perubahan berlangsung cepat di berbagai bidang, mulai teknologi, geopolitik, ekonomi, geografi hingga lingkungan. Perubahan tersebut turut memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Salah satu perubahan yang menjadi perhatian adalah perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI). Teknologi ini telah mengubah cara manusia berinteraksi, mengambil keputusan, memperoleh pengetahuan, memberikan pelayanan hingga melakukan transaksi.

Karena itu, Pak Yes mendorong mahasiswa agar mampu mengintegrasikan teknologi, memanfaatkan data dan menciptakan nilai tambah. Selain kemampuan teknis, skill dan karakter juga dinilai penting sebagai bekal menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.

“Persoalan kita saat ini bukan hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi bagaimana terus belajar mengikuti perubahan tuntutan pekerjaan. Ke kampus bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi belajar berpikir, mengambil keputusan dan terus belajar,” terangnya.

Lamongan, kata Pak Yes, memiliki modal demografi yang besar untuk menghadapi perubahan tersebut. Daerah itu memiliki jumlah penduduk sekitar 1,3 juta jiwa, dengan sekitar 69,10 persen berada pada usia produktif.

Kondisi tersebut menjadi kekuatan dalam menghadapi bonus demografi apabila diiringi keterampilan dan pendidikan yang berkualitas.

Dari sisi ekonomi, Lamongan juga memiliki kekuatan pada sektor agro, perhutanan, perikanan dan pertanian yang berkontribusi sekitar 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lamongan.

“Kabupaten Lamongan memiliki potensi besar, kondisi ini akan lebih bagus jika kita mampu menerapkan pemanfaatan teknologi digital. Yang penting dari pembangunan adalah pemberdayaan, bukan hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga mengasah dan memperluas skill masyarakat,” jelasnya.

Pak Yes juga melihat peluang pengembangan ekonomi syariah yang dinilai memiliki irisan dengan nilai keilmuan Institut Sabilillah Lamongan. Ekonomi syariah, menurutnya, berkembang tidak hanya pada sektor lembaga keuangan, tetapi juga merambah fashion, wisata, UMKM hingga industri halal.

“Ketika nilai Islam, kebutuhan pasar dan teknologi digabungkan, ini bisa memberikan manfaat sekaligus membuka kesempatan,” ungkap Pak Yes.

Ke depan, ia mendorong Institut Sabilillah Lamongan menjadi ruang kolaborasi untuk menciptakan nilai baru bagi masyarakat melalui pendekatan pentahelix. Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dunia usaha dan berbagai unsur lainnya.

Sementara itu, Rektor Institut Sabilillah Lamongan Abdul Jamil menyampaikan, institut tersebut berdiri dan memperoleh izin penyelenggaraan dari Kementerian Agama pada 18 Juni 2026.

Pada tahun pertama penyelenggaraannya, Institut Sabilillah Lamongan telah membuka sejumlah fakultas, di antaranya Fakultas Ekonomi Islam, Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah termasuk Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, serta Fakultas Ushuluddin dan lainnya.

“Yang sudah mendaftar ada kurang lebih 300 mahasiswa sesuai dengan kapasitas kita di tahun pertama,” terang Abdul Jamil.

Ketua Yayasan Sabilillah Ongki Wijaya Ismail Putra mengatakan, meski berstatus sebagai kampus baru, Institut Sabilillah Lamongan berkomitmen mengedepankan kualitas, integritas dan kejujuran.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui proses pendidikan serta penguatan kualitas tenaga pendidik dan mahasiswa agar mampu menghasilkan lulusan berkualitas.

“Institusi ini kami bangun bukan sekadar sebagai tempat belajar, tetapi benar-benar menekankan kualitas, integritas dan kejujuran. Kami berharap proses perkuliahan dapat berjalan maksimal dan menghasilkan alumni berkualitas,” ujarnya.

Mengusung moto “Religius dan Entrepreneurship”, Institut Sabilillah Lamongan tidak hanya membekali mahasiswa dengan ilmu agama, tetapi juga mendorong kegiatan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru