PELALAWAN, RadarBangsa.co.id – Tanaman jagung pipil di lahan tumpang sari KUD Sialang Makmur, Desa Sialang Indah, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, dipastikan memasuki fase panen. Hasil pengecekan lapangan menunjukkan komoditas tersebut siap dipanen pada 23 Juli 2026, sekaligus menjadi bagian dari penguatan program ketahanan pangan di tingkat desa.
Kepastian itu diperoleh saat Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol Rinaldy bersama Bhabinkamtibmas Desa Sialang Indah Aipda Samuel Sihite melakukan pemeriksaan kondisi tanaman, Kamis (9/7). Kegiatan difokuskan untuk memastikan kesiapan panen sekaligus memantau proses budidaya yang dikelola secara swadaya oleh anggota KUD Sialang Makmur.
Dalam pengecekan tersebut, petugas menilai sejumlah indikator fisik tanaman telah memenuhi kriteria panen. Kulit tongkol jagung tampak berwarna kuning tua hingga cokelat kering, biji terisi penuh dan mengeras hingga ujung tongkol, sedangkan sebagian besar daun mulai menguning.
Kompol Rinaldy mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan tanaman berada pada kondisi optimal untuk dipanen sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Menurutnya, keberhasilan budidaya jagung menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat desa.
“Ketahanan pangan harus dimulai dari desa. Dari hasil pengecekan hari ini, jagung sudah siap dipanen pada 23 Juli 2026. Terus jaga dan rawat karena hasil panen ini sangat membantu perekonomian keluarga dan ketahanan pangan di Sialang Indah,” ujar Rinaldy.
Selain memeriksa kondisi tanaman, jajaran kepolisian juga berkoordinasi dengan pengurus KUD mengenai kesiapan alat panen, estimasi hasil produksi, serta kendala yang masih dihadapi di lapangan. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meminimalkan hambatan saat proses panen berlangsung.
Lahan tumpang sari KUD Sialang Makmur selama ini dikelola secara gotong royong oleh kelompok tani sebagai upaya meningkatkan produksi jagung pipil. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan yang diharapkan mampu menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan.
Rinaldy menegaskan pendampingan akan terus dilakukan hingga masa panen selesai agar hasil yang diperoleh sesuai harapan. “Kami berharap seluruh proses panen berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta mendukung ketahanan pangan di wilayah ini,” pungkasnya.
Penulis : MMd
Editor : Zainul Arifin


















Komentar